Berita Gresik

Perampasan Motor dengan Modus Tabrak Lari Kembali Makan Korban

Tersangka ditangkap di trafic ligh perempatan PT Barata Indonesia, menuju Surabaya, saat akan membawa kabur motor hasil curiannya.

Perampasan Motor dengan Modus Tabrak Lari Kembali Makan Korban
surya/sugiyono
Tersangka Hendra menutupi wajahnya dengan tangan saat diperlihatkan oleh polisi di Mapolsek Kebomas Gresik, Jumat (18/12/2015). 

SURYA.co.id | GRESIK - Perampasan motor dengan modus tabrak lari kembali terjadi di wilayah hukum Polres Gresik. Korbannay adalah Muhammad Abdul Hamid, warga Dusun Nglingi, Desa Bareng, Kecamtan Ngasem, Bojonegoro.

Korban saat itu bermain bersama temannya di Taman Bunderan Gresik Kota Baru (GKB).

Atas laporan korban polisi kemudian menangkap Hendra Kurnia (22), warga Krembangan, Surabaya.

Tersangka ditangkap di trafic ligh perempatan PT Barata Indonesia, menuju Surabaya, saat akan membawa kabur motor hasil curiannya.

Dari pengakuan tersangka, modus yang dilakukan dengan cara menipu korban Abdul Hamid.

Awalnya korban didatangi tersangka Hendra Kurnia dengan dua temannya mengendarai motor Revo.

Salah satu teman Abdul Hamid beserta Motor Yamaha Vixion milik korban menunggu bersama kedua pelaku lain.

Selanjutnya korban diajak salah satu pelaku untuk ke rumah pura-pura menemui adik tersangka yang menjadi korban tabrak lari.

Ternyata, korban tidak diajak ke rumah pelaku, melainkan hanya ditinggal di sebuah gang di Desa Randuagung.

Teman tersangka meminta korban supaya tidak kemana - mana sampai pelaku lain menemui korban.

Selanjutnya, pelaku kembali menjemput teman korban Ahmad Nur Fathoni, namun pelaku meminta tukar motor Yamaha Vixion milik korban untuk mengantar Achmad Nur Fathoni, dengan alasan disuruh korban.

Namun, setelah menjemput Achmad Nur Fathoni, ternyata tidak ketemu dengan korban maupun adik pelaku tapi diturunkan di sebuah gang yang lain.

"Saat itulah, tersangka membawa kabur motor Yamaha Vixion. Dan kedua temannya berhasil kabur," kata Kapolsek Kebomas Kompol Gaguk Sulistiyo Budi melalui Kanit Reskrim Iptu Boedinono, Jumat (18/12/2015).

Korban yang merasa tertipu, akhinya langsung lapor ke Polsek Kebomas. Dari laporan tersebut, polisi koordinasi dengan anggota lain dan berhasil menangkap tersangka di trafic ligh perempatan PT Barata Indonesia saat menuju Surabaya.

"Tersangka dikenakan Pasal 378 Kitap Undang-undang hukum pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara," kata Boediono.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved