Senin, 8 Juni 2026

Profil

Mahasiswi Unisma Buat Jilbab 'Two In One', Bentuknya Seperti Ini

Mahasiswa Unisma membuat jilbab Two In One, bentuknya seperti ini.

Tayang:
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id/Sylvianita Widyawati
Zurukhfa Nur Ayaini 

SURYA.co.id I MALANG - Sejak lama Zurukhfa Nur Ayaini (20) menyukai dunia menjahit dan fashion. Ini makin menjadi passionnya ketika ia duduk di bangku SMK Mambaul Ihsan, Banyuurip, Kabupaten Gresik.

Saat itu ia mengambil jurusan busana butik. Ketika melanjutkan kuliah di Universitas Islam Malang (Unisma), kegemaran pada fashion terus dijaga.

Bersama empat temannya mengembangkan hijab dengan diberi label Edu Fashion. Hijab andalannya adalah Hijab Two in One, Gaya Cerdas Menawan.

"Kekhasan hijabnya pada rampel-rampel dan memanfaatkan hijab yang yang tidak nyaman dipakai. Ya..seperti di daur ulang begitu," ungkap mahasiswa semester 5 FKIP Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia kepada SURYA.co.id, Jumat (18/12/2015).

Menurut dia, hijab two in one sudah dikembangkan dulu oleh dia pribadi. Bahkan sempat mendapat pemesanan cukup banyak.

Kemudian bersama teman-temannya di Malang, ia menjadikan usaha. Timnya juga mendapat bantuan Program Mahasiswa Wirausaha dari Kemenristek dan Dikti setelah mengajukan program tersebut.

Menurut gadis kelahiran 21 April 1995 ini, hijab two in one bisa memanfaatkan kerudung yang sudah tidak nyaman dipakai. "Daripada tidak tersia-sia, bisa dimanfaatkan lagi dengan memadukan kerudung yang enak dipakai," tuturnya.

Ia kemudian memperlihatkan hijab two in one dan mencobakan ke kepalanya. Rempel-rempel itu menjadi menarik dipandang jika sudah terpakai.

Jika tidak ada kerudung bekas, maka bisa memadu padan dengan pilihan kainnya. Atau dengan menggunakan renda "Sebenarnya ini hijab khas Gresik yang saya bawa ke Malang. Di sana rempelnya malah dua susun sekarang," tutur dia.

Selain model kerudung itu, juga dipasarkan model kerudung lain. Juga membuat hijab syariah. Katanya, untuk berburu kain untuk hijab label Edu Fashion biasanya ke toko-toko kain di kawasan Pasar Besar Kota Malang.

"Membuat hijab itu harus mengikuti trend. Apalagi konsumen juga seperti itu," ungkap Zurukhfa yang ingin menjadi guru ini.

Untuk memasarkan produknya, media sosial menjadi salah satu sarananya. Konsumen hijab Edu Fashion-nya dari segala kalangan karena banyak pilihan, sebab memakai label Edu Fashion ternyata ada maknanya.

Dijelaskan, selama kuliah di Unisma akan terus bersama empat rekannya yaitu Nur Cholihah, Manilatul Rohma, Fita Yulia dan Fitri Agustina.

Di Unisma sendiri, kelompoknya termasuk tim favorit PMW karena produk sendiri dan ada anggotanya yang pandai mempromosikan. "Nanti jika lulus dan kembali ke Gresik, sudah disiapkan tempat usaha dan ingin mengajar," tandasnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved