Breaking News:

Berita Luar Negeri

Kerusuhan Pecah di Belanda Dipicu Pembukaan Pusat Pengungsi

Dua polisi termasuk di antara korban luka dalam kejadian Rabu malam (16/12/2015) itu, ketika pengunjuk rasa melemparkan batu, botol, dan kembang api.

antara
Ilustrasi kerusuhan 

SURYA.co.id | DENHAAG - Polisi Belanda melepaskan tembakan peringatan dan menahan 14 penentang, saat unjuk rasa ratusan orang menentang pembukaan pusat pengungsi baru berubah rusuh dan menyebabkan beberapa orang terluka, kata pejabat, Kamis (17/12/2015).

Dua polisi termasuk di antara korban luka dalam kejadian pada Rabu malam (16/12/2015) itu, ketika pengunjuk rasa mulai melemparkan batu, botol, dan kembang api untuk menentang rencana pembangunan pusat penampungan bagi 1.500 pendatang di desa kecil Geldermalsen.

Kepala polisi daerah Lute Nieuwerth mengatakan "suasananya begitu memburuk" ketika kelompok yang terdiri atas 70 hingga 80 orang mulai menyerang petugas yang dipanggil ke lokasi kejadian.

Polisi antihuru-hara melepaskan tembakan peringatan ke udara dan membubarkan massa.

"Saya sangat terkejut dengan insiden kekerasan seperti ini," kata Nieuwerth dalam jumpa pers di desa itu, Kamis (17/12/2015).

Pengunjuk rasa juga membalikkan pembatas dan mencoba menyerbu balai kota tempat pertemuan membicarakan pembukaan pusat penampungan tersebut.

Pertemuan tersebut ditunda dan sekitar 300 orang diamankan dari massa.

Eropa menghadapi gelombang masuk pengungsi yang terbesar sejak Perang Dunia II, dengan lebih dari 800 ribu migran telah tiba di pantainya, kebanyakan lari dari perang di Suriah dan Irak, serta kemiskinan di Afrika.

Krisis tersebut menimbulkan perpecahan pendapat di Belanda, yang hingga pertengahan November telah menampung 54.000 pencari suaka dan diperkirakan ribuan lagi akan datang hingga akhir Desember.

Jumlah tersebut melampaui rekor terakhir yang tercatat pada 1994 saat puncak konflik Balkan.

Halaman
12
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved