Breaking News:

Hari Ini, Komisi III DPR Pilih Pimpinan Baru KPK

"Pemilihan pimpinan KPK akan dilalukan secara musyawarah mufakat dalam rapat pleno komisi," kata Wakil Ketua Komisi III DPR, Benny K Harman, Rabu mala

TRIBUNNEWS / HERUDIN
Plt Pimpinan KPK Johan Budi (dua kiri), Plt Ketua KPK Taufiequrachman Ruki (tengah), Pimpinan KPK Zulkarnain (dua kanan), dan Plt Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji (kanan), memberikan keterangan kepada wartawan terkait rancangan revisi UU KPK, di kantor KPK, Jakarta Selatan, Rabu (7/10/2015). KPK menolak rancangan revisi UU KPK yang diusulkan DPR karena 

SURYA.co.id |JAKARTA - Jika tidak ada halangan,Komisi III DPR RI akan mengumumkan lima pimpinan KPK.

KIta ketahui, semua seri uji kelayakan untuk menentukan pimpinan baru KPK akan berakhir hari ini.

Komisi III DPR akan memilih lima pimpinan nari KPK dari 10 calon yang telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan melalui rapat pleno komisi di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis.

"Pemilihan pimpinan KPK akan dilalukan secara musyawarah mufakat dalam rapat pleno komisi," kata Wakil Ketua Komisi III DPR, Benny K Harman, Rabu malam (16/12).

Menurut Karman, Komisi III DPR akan memilih calon pimpinan KPK secara musyawarah mufakat, tapi jika tidak tercapai kesepakatan makan akan dilakukan pemilihan melalui voting tertutup.

Sebanyak 10 calon pimpinan KPK sudah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, pada Senin hingga Rabu, 14-16 Desember 2015.

Mereka adalah, Sujanarko, Saut Situmorang, Alexander Marwatta, dan Johan Budi Sapto Pribowo (biasa dikenal sebagai Johan Budi) yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada Senin (14/12).

Kemudian, Surya Tjandra, Robby Arya Brata, dan Basaria Panjaitan, menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada Selasa (15/12), serta Agus Rahardjo, Busyro Muqoddas, dan Laode Muhammad Syarief, menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada Rabu (16/12).

Menurut Karman, pada proses uji kelayakan dan kepatutan, sebanyak delapan dari 10 calon pimpinan KPK menyampaikan pandangannya lebih mengedepankan pencegahan penindakan penindakan, jika terpilih menjadi pimpinan KPK.

"Saya memperoleh kesan, delapan dari 10 calon lebih mengutamakan pencegahan," katanya.

Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan, KPK selama ini lebih mengedepankan penindakan daripada pencegahan.

Menurut dia, hal ini menurutnya sesuai dengan tuntutan perkembangan kasus yang dirangani KPK.

Jika mengacu pada undang-undang, menurut dia, penindakan hanya satu item dari enam tugas KPK.

Ketika ditanya figur seperti apa untuk memimpin KPK ke depan, Benny mengatakan, dia berharap KPK ke depan dipimpin oleh figur yang memiliki komitmen kuat untuk memberantas korupsi, memiliki pengalaman luas dan komprehensif atas tugas dan wewenang ketua KPK.


Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Editor: Yoni
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved