Berita Magetan

Di Magetan, Pendaftar Jabatan Sekretaris Desa Wajib Bayar Rp 5 Juta

"Kok ada peraturan tata tertib (tatib) diberikan setelah calon peserta seleksi Sekdes mendaftar dan membayar sebesar Rp 5 juta," kata Sigit, pendaftar

Di Magetan, Pendaftar Jabatan Sekretaris Desa Wajib Bayar Rp 5 Juta
SURYA.co.id/Doni Prasetyo
Suasana seleksi sekretaris desa (Sekdes) di Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Selasa (15/12/2015). 

SURYA.co.id I MAGETAN - Kabar titipan tokoh masyarakat dan anggota DPRD dalam seleksi Sekretaris Desa (Sekdes) di 82 desa dari 235 desa se-Kabupaten Magetan menyeruak, dan membuat panas pelaksanaan seleksi di beberapa desa setempat.

Seperti di Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Seleksi di Desa Sidomukti ini dianggap tidak terbuka sejak awal dibuka oleh masyarakat desa setempat.

Salah seorang terdaftar Calon Sekdes, Sigit Priyo Budi Utomo, warga Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan bahkan terpaksa mengundurkan diri setelah sempat mendaftar dan membayar biaya pedaftaran sebesar Rp 5 juta.

"Sebenarnya, sejak awal saya sudah curiga. Kok ada peraturan tata tertib (tatib) diberikan setelah calon peserta seleksi Sekdes mendaftar dan membayar sebesar Rp 5 juta," kata Sigit kepada Surya seusai memberikan surat pengunduran diri, sehari sebelum ujian dilaksanakan, Selasa (15/12/2015).

"Jadi kami sebelum mendaftar, buta tatib itu apa isinya dan bagaimana pelaksanaannya. Panitia Sekeksi (Pansel) baru memberikan Tatib itu setelah kami membayar. Ini aneh aturannya," tambahnya.

Dengan mundur dari pencalonan, tambah Sigit, maka dia harus mengikhlaskan uang pendaftaran yang diserahkan kepada Pansel itu.

"Tidak hanya tatib yang tidak terbuka, tapi juga susunan Pansel. Saya ini calon, selain Ketua Pansel, anggota Pansel lain tidak tahu," ujarnya.

"Jadi siapa Wakil Ketua Pansel, siapa bendahara, siapa sekretaris Pansel, semua calon tidak ada yang tahu. Ini model Pansel apa. Anehnya, meski pelaksaan seleksi Sekdes tidak terbuka, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang terkait Bagian Pemerintahan Desa, tidak bertindak apa apa," jelas Sigit.

Sementara itu, Ketua Pansel Desa Sidomukti Mahmod Zaini, membantah seleksi yang dilaksanakan di Desa Sidomukti mulai proses awal hingga penentuan calon sekdes dilakukan secara tidak terbuka.

"Insya Allah, semua kami jalankan sesuai dengan aturan yang ada. Kami menolak segala intervensi dari siapa pun. Kami seleksi. Ini terbuka sekali," jelas Mahmod Zaini, yang juga Kepala Urusan (Kaur) jenazah alias modin ini.

Sekadar diketahui, seleksi Sekdes dengan peserta 1.032 pendaftar di 82 desa itu menghabiskan anggaran Rp 2,8 miliar.

Materi ujian berjumlah 50 soal meliputi idiologi Pancasila, UUD 45, Agama, Pengetahuan Umum, Bahasa Indonesia, Pemerintahan Desa dan Pemerintahan terkait tugas Sekretaris Desa.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved