Berita Ekonomi
Monsato dan Cargill Gagas Pinjaman Modal Untuk Petani Jagung
Petani di Jawa Timur bakal mendapat kredit lunak dari perbankan untuk mendukung permodalannya, dan pendampingan untuk mengembangkan usaha. Ini caranya
Penulis: M Taufik | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id I SURABAYA – Para petani bakal mendapat kredit lunak dari perbankan untuk mendukung permodalannya.
Ini merupakan program hasil kerjasama produsen benih jagung hibrida Monsanto Indonesia dengan produsen pakan ternak Cargill Indonesia, beserta perbankan untuk meningkatkan kemampuan finansial petani jagung.
Program ini merupakan upaya untuk mendukung agenda Sustainable Development Goal (SDG) yang digagas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), diantaranya dengan memperkuat program Con Ecosystem Partnership yang mulai digelar tahun 2014 lalu.
Corporate Engagement Lead Monsanto Indonesia, Herry Kristanto, mejelaskan bahwa dalam program ini Monsanto bersama Cargill dan perbankan bekerjasama untuk memberikan solusi terintegrasi kepada petani jagung di berbagai wilayah di Indonesia.
“Dengan kerjasama ini, diharapkan petani bisa mendapatkan peningkatan produktifitas, harga yang lebih baik dan pada akhirnya bisa meningkatkan kemampuan finansial,” ungkap Herry Kristanto, Senin (14/12/2015).
Selain itu, petani juga bakal mendapat pendampingan untuk meningkatkan kualitas produksi pertaniannya, dan hasil panennya akan dibeli dengan harga pabrik oleh produsen pakan ternak.
Dijelaskan, di akhir tahun 2015 ini total lahan pertanian yang masuk dalam program Con Ecosystem Partnership mencapai 200 hektar.
Jumlah ini meningkat 4 kali lipat dibandingkan pada saat pertama kali diluncurkan di Mojokerto, yang ketika itu luas lahannya hanya sekitar 50 hektar.
"Tahun depan, Monsanto Indonesia berencana meningkatkan jumlah lahan pertanian dalam program ini hingga mencapai 1.600 hektar di beberapa daerah sentra pertanian jagung di Jawa Timur dan Jawa Tengah,” sambungnya.
Selain meningkatkan kemampuan finansial petani, pihaknya juga mengaku terus berupaya meningkatkan komitmennya dalam perbaikan kesehatan masyarakat.
Diantaranya dengan memberikan bantuan pembangunan rumah, toilet, dan saluran air bersih bagi warga tidak mampu di Kabupaten Mojokerto.
Corporate Enggagement Manager Monsanto Indonesia, Firmansayah, menambahkan inisiasi program WASH (Water Access Sanitation and Hygiene) digalang Monsanto dan Habitat for Humanity sejak tahun 2014.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kabupaten Mojokerto melalui pembangunan sarana dan pra-sarana MCK, saluran air bersih, perbaikan rumah, perbaikan sekolah, pembangunan klinik desa, penyediaan alat pertanian, serta berbagai pelatihan dan pendidikan,” paparnya.
Dalam program ini ditargetkan sedikitnya 100 keluarga mendapatkan sarana dan pra-sarana MCK yang sehat, 300 keluarga mendapatkan akses saluran air bersih, 200 keluarga pra-sejahtera mendapatkan rumah yang layak, 2 sekolah direnovasi agar anak-anak dapat belajar dalam sebuah lingkungan yang kondusif, sebuah klinik desa untuk mempermudah akses layanan kesehatan, serta 3 biogas unit untuk pengelolaan limbah ternak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/jagung-monsanto-indonesia_20150909_201239.jpg)