Berita Pendidikan Surabaya

Kemenag Gelar UKG Offline untuk Guru Madrasah

Sudarmiati, peserta UKG, mengaku ada perbedaan dasar pada UKG yang diadakan Kemendikbud dengan Kemenag.

Kemenag Gelar UKG Offline untuk Guru Madrasah
surya/sulvi sofiana
foto ilustrasi peserta UKG. 

SURYA.co.id, SURABAYA – Kementerian Agama (Kemenag) menyelenggarakan UKG untuk guru madrasah. Namun, UKG ini menggunakan paper based test (PBT), bukan computer based test (CBT) seperti dilaksanakan Kemendikbud.

UKG offline atau PBT ini dilaksanakan sehari di MIN Jambangan, Minggu (13/12/2015).

Sudarmiati, peserta UKG, mengakui ada perbedaan dasar pada UKG yang diadakan Kemendikbud dengan Kemenag. Menurutnya jumlah soal Pedagogik jauh lebih banyak saat UKG Kemendikbud. Dirinya telah mengikuti UKG Online pada Jumat (11/12/2015).

”Kebetulan waktunya tidak bersamaan, saya ikut UKG online di SMAN 15,” katanya.

Guru IPA MTs Negeri Rungkut itu mengatakan, ada perbedaan tingkat kesulitan soal yang dihadapi selama ujian.

Berbeda dengan Nikmatu Rohmah, guru kelas 2 MIN Medokan Ayu. Dirinya baru kali pertama ikut UKG.

”Lumayan, susah-susah gampang,” katanya. Dia harus cukup jeli untuk menjawab. Sebab, kata Nikma, jawaban pilihan ganda yang disajikan hampir mirip.

”Materi soal-soalnya lebih tinggi, soal untuk kelas 5 dan kelas 6 tadi juga ada,” jelasnya.

Peserta UKG Offline ini ada 137 guru madrasah negeri. Yaitu 90 guru madrasah tsanawiyah (MTs) negeri, dan 47 guru madrasah ibtidaiyah (MI) negeri.

”Untuk guru swasta, memang belum, itu ketentuan dari pusat,” kata Abdul Rahman, kasi pendidikan madrasah Kemenag Kota Surabaya.

Dari 137 guru madrasah itu, ada 12 orang yang tidak hadir. Ketidakhadiran mereka bukan karena alpa. Melainkan ikut dalam UKG online (CBT) yang dilaksanakan oleh Kemendikbud.

”Karena waktu ujiannya memang bersamaan,” tambahnya.

Rahman mengungkapkan, guru madrasah memang bisa ikut dalam dua UKG. Yakni, UKG offline yang dilaksanakan Kemenag dan UKG online yang dilaksanakan Kemendikbud.
Namun, jika waktu pelaksanaannya bersamaan, maka diprioritaskan guru mengikuti UKG online. Rahman menyebut, ada 606 guru madrasah yang ikut dalam UKG online.
Mereka terdiri atas guru MTs dan guru madrasah aliyah (MA) baik negeri maupun swasta.

Sebanyak 606 guru dan 137 guru itu tentu belum menjangkau seluruh guru madrasah di Surabaya.

Apalagi jumlah guru madrasah dan lembaga madrasah mencapai ribuan dan ratusan. Jumlah MI di Surabaya mencapai 160 lembaga, MTs 45 lembaga, dan MA 18 lembaga. ”Jumlah gurunya ribuan,” ujarnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved