Pertemuan Musik Surabaya
Malam Ini, Gema-Cicilia Apresiasi Sang Guru di Balai Pemuda
Dua murid Slamet Abdul Sjukur bakal tampil sepanggung di acara spesial di gedung utama Balai Pemuda, Jumat (11/12) malam.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
SURYA.co.id | SURABAYA - Dua murid Slamet Abdul Sjukur bakal tampil sepanggung di acara spesial di gedung utama Balai Pemuda, Jumat (11/12) malam. Pertunjukan musik yang disajikan Pertemuan Musik Surabaya (PMS) itu sebagai wujud apresiasi Cicilia Yudha dan Gema Swaratyagita pada sang guru yang meninggal dunia pada bulan Maret 2015.
Gema akan memainkan karyanya berjudul Tuwakatsa, salah satu komposisi piano-gong yang dibuat untuk memeringati 80 tahun Slamet Abdul Sjukur bulan Juli 2015. Komposisi itu sempat ditampilkan dalam rangka Kaleidoskop PMS 2015.
"Tuwakatsa itu artinya 'waktu' dan 'saat'. Itu merupakan ajaran Pak Slamet Abdul Sjukur dalam musik, baik dalam membuat komposisi maupun bermain musik," tutur Gema.
Sedang Cicilia Yudha akan menghadirkan komposisi piano dan gong karya Slamet Abdul Sjukur, berjudul Game-Land 5. “Lagu ini untuk pertama kalinya akan saya mainkan,” ujar Cicilia kepada Surya, Kamis (10/12).
Pianis dan music educator asal Jakarta yang kini mukim di Ohio, Amerika Serikat itu mengaku komposisi itu sempat diminta oleh Slamet Abdul Sjukur untuk dia mainkan sekitar setahun silam. ”Waktu itu kami bertemu di Jakarta, dan Pak Slamet Abdul Sjukur menyerahkan partiturnya agar bisa saya mainkan,” ungkap Cicilia.
Namun, sebelum keinginan itu terpenuhi, musisi Surabaya yang belajar banyak dari musisi Prancis itu keburu meninggal dunia. “Karena itu, pertunjukan musik ini bentuk penghormatan saya untuk beliau,” paparnya.
Asisten professor di Dana School of Music Youngstown State University ini juga akan memainkan sejumlah karya lainnya, yaitu WA Mozart, F Schubert, dan H Duttiluex. “Ini sangat kebetulan bahwa saya dan Gema bisa bertemu, dan ternyata punya guru yang sama,” cetus Cicilia.
Selain itu, lanjut Cicilia, dia dan Gema ternyata sudah pernah bertemu sebelumnya. “Dia (Gema) pernah belajar piano pada ibu saya,” katanya sembari tertawa.
Masih terkait PMS, Cicilia sempat pula meluangkan waktunya selama di Surabaya untuk memberi seminar berjudul Apresiasi dan Interpretasi Musik mulai Barok Hingga Jaman Sekarang, diskusi pedagogik musik, dan masterclass piano selama dua hari (Kamis-Jumat, 10-11/12).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/gema_20151211_190724.jpg)