Kuliner Jombang
Unik dan Enaknya Jenang Khas Jombang, Terbikin dari Labu dan Kelapa Muda
#JOMBANG - Bahan kelapa muda dan waluh yang diolah dengan campuran gula pasir dan tepung terigu, jenang memiliki rasa yang unik dan tahan lama.
Penulis: Sutono | Editor: Yuli
SURYA.co.id | JOMBANG - Jika Garut, Jawa Barat punya jajanan bernama dodol dan Kudus punya jenang, Jombang pun tak mau kalah.
Kota santri ini punya kuliner khas jenang Jombang. Dodol dan jenang merupakan makanan yang boleh dikatakan sejenis, terutama dalam bentuk.
Bedanya, jenang Jombang berbahan kelapa muda dan buah labu (yang dalam Bahasa Jawa disebut waluh).
Bahan kelapa muda dan waluh yang diolah dengan campuran gula pasir dan tepung terigu, jenang memiliki rasa yang unik dan tahan lama.
Karena rasanya yang khas dan tidak terdapat di daerah lain, jenang ini disebut jenang Jombang.
Meskipun sudah ada sejak puluhan tahun lalu, jenang Jombang baru mulai dikenal beberapa tahun terakhir ini.
Sekarang, keberadaan jenang Jombang banyak diburu warga, baik untuk disantap sendiri maupun menjadi oleh-oleh khas daerah, bagi kerabatnya di daerah lain.
Salah satu perajin atau pemilik usaha kecil pembuat jenang Jombang yang tergolong sukses adalah Miftakhul Hakim, warga Desa Denanyar, Kecamatan Jombang Kota.
Di kediaman yang sekaligus digunakan sebagai tempat pengolahan jenang Jombang, terlihat sejumlah pekerja sibuk melakukan aktivitasnya masing-masing. Sebagian terlihat mengemas dengan memasukkan jenang dalam bungkus kemasan kotak.

Selain pengemasan, pekerja lain juga terlihat memasak bahan baku jenang berupa kelapa muda dan buah labu yang dicampur gula merah dalam mesin pengaduk di atas kompor gas.
Sebagian lagi, khususnya pekerja perempuan, sibuk memotong jenang yang sudah jadi menjadi potongan-potongan sepanjang sekitar 10 centimeter dengan ketebalan 2 centimeter persegi.
Miftakhul Hakim mengungkapkan, dalam sehari dia membutuhkan sedikitnya 500 butir kelapa muda untuk bahan baku jenang yang diproduksinya. “Pemasarannya sekarang sudah ke pulau Bali,” kata Miftakhul Hakim, Kamis (10/12/2015).
Miftakhul Hakim mengaku dirinya meneruskan usaha orang tuanya, Abdul Hakim. Menurut Miftakhul Hakim, keluarganya sejak puluhan tahun lalu memang menggantungkan penghasilannya dari pembuatan jenang Jombang ini.
“Cuma dulu pemasarannya kurang gencar dan tertata. Sejak saya pegang, saya mencoba menggencarkan pemasaran. Antara lain lewat internet,” ungkap Miftakhul Hakim.
Proses pembuatan jenang Jombang, menurut lelaki usia 45 tahun ini, sebenarnya sederhana. Dengan bahan baku utama kelapa muda dan buah labu, setelah dicuci dan dibersihkan kulitnya, kelapa muda selanjutnya diiris menjadi enam potongan untuk memudahkan proses penggilingan.
Dengan bahan campuran gula pasir dan tepung terigu, gilingan kelapa muda dicampur jadi satu dan dimasukkan ke dalam mesin pengaduk jenang, yang dibawahnya dipanasi api kompor. Proses pengadukan dalam mesin jenang memakan waktu antara 8 hingga 9 jam.
Setelah jenang masak, barulah dilakukan proses pengemasan. Selanjutnya dipasarkan ke sejumlah daerah di pulau Jawa hingga ke Pulau Bali. “Keistimewaan jenang kelapa muda asli Jombang dibandingkan jenang pada umumnya adalah dari rasa gurih dan tahan lama meski tanpa bahan pengawet,” kata Miftakhul tanpa bermaksud promosi.
Harga yang dipatok tidak mahal. Berkisar Rp 7.500 hingga Rp 20.000 setiap bungkus. “Harga bervariasi, karena isi setiap bungkus atau kotak juga bervariasi. Kisarannya, mulai Rp 7.500 hingga Rp 20.000 per kotak,” jelas Miftakhul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kuliner-khas-jombang-jenang-labu_20151210_171944.jpg)