Citizen Reporter

Menguak Rahasia Kampung Kemasan Gresik

menyusuri Gresik tempo doeloe, terasa sungguh rahasia di balik jendela dan pintu rumah-rumah tua itu....

Menguak Rahasia Kampung Kemasan Gresik
instagram
Rumah tua Gresik 

Catatan blusukan Rintahani Johan Pradana
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang
fb.com/Joe Pradana

PADA sebuah beranda rumah tua, seorang pria berkacamata terlihat asyik menikmati tembakaunya. Di depannya terbentang jalan kampung sepanjang 200 meter dipenuhi bangunan-bangunan berplakat cagar budaya.

Rupanya, canda dan tawa beberapa bocah kecil yang sedang bermain sepeda membuatnya tetap berjaga di beranda rumahnya. “Hati-hati!” katanya pada seorang bocah lucu yang hampir saja menabrak saya.

Secara tidak sengaja hal ini membuka perkenalan kami dan berlanjut dengan obrolan renyah menyoal sejarah. “Saya biasa dipanggil Pakde Nudd,” kata lelaki berkaca mata tersebut seraya memperkenalkan dirinya.

Nama lengkapnya adalah Oemar Zainuddin dan beliau merupakan keturunan dari Haji Oemar bin Ahmad. Sungguh tidak terduga, sore itu saya bertemu dengan penulis buku Kota Gresik 1896 – 1906.

Mengetahui ada ketertarikan pada bidang yang sama, Pakde Nudd yang juga budayawan Gresik itu dengan bangga bercerita tentang sejarah kampungnya.

Bak Lie Ong, sebut Pakde Nudd, perajin emas yang membuat kampung ini begitu tenar dengan nama Kampung Kemasan. “Banyak masyarakat sekitar yang memercayakan penggarapan perhiasan mereka kepada Bak Lie Ong,” tuturnya.

Rumah Bak Lie Ong kini berada kurang lebih lima puluh meter dari kediaman Pakde Nudd. Lima tahun setelah Bak Lie Ong datang, pada 1885m, Haji Oemar bin Ahmad membuka kampung ini untuk ditinggali oleh keturunannya.

Total ada sekitar tujuh putera dari Haji Oemar bin Ahmad waktu itu. “Rumah yang ada di depan kita ini merupakan kediaman Pak Asnar, putera Haji Oemar bin Ahmad,” tutur Pakde Nudd penuh semangat.

Usaha Pakde Nudd, di tengah usianya yang telah mencapai 75 tahun ini, patut diapresiasi.

“Tidak kurang-kurang cibiran yang saya dapat, bahkan ketika mengumpulkan data keluarga dari zaman kakek saya, ada yang bilang ‘buat apa ngumpulin gombal?” tiru Pakde Nudd mengenang usaha yang pernah dilakukannya.

Kegigihanya membuahkan hasil. Kampung Kemasan semakin banyak mendapatkan perhatian setelah ‘gombal-gombal’ yang dikumpulkannya berhasil dikristalisasikan menjadi buku. “Banyak pihak yang mulai tertarik menelusuri ihwal Kampung Kemasan,” ucap syukur pria yang juga ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Gresik ini.

 

Memori Kampung Kemasan  

Kampung Kemasan memang memberikan sejuta pesona. Arsitektur bangunan yang ada mampu menghadirkan nuansa klasik era 1800-an. Menurut Pakde Nudd, beberapa gaya arsitektur di Gresik dan rumah di Kampung Kemasan ini menghadirkan nuansa campuran.

“Ada Jawa, ada Eropa, ada China. Lha wong dulu teman sekolah saya kalau datang ke rumah bilangnya rumah saya ini mirip klenteng,” Pakde Nudd terkekeh riang.

Jiwa guru nampaknya masih ada dalam dirinya. Dengan telaten Pakde Nudd menjelaskan satu persatu bangunan di Kampung Kemasan serta rahasia yang ada di baliknya.

“Coba lihat bangunan di antara dua rumah itu!” Pakde Nudd menunjuk bangunan yang dimaksud. Bangunan itu berupa jembatan yang menyerupai balkon dan seakan menghubungkan dua rumah. Namun di kedua ujungnya buntu dan tidak berpintu. “Itu hanya pemanis saja,” putus Pakde Nudd.

Jendela besar juga merupakan ciri dari bangunan-bangunan bergaya Eropa. Namun ada rahasia lain di balik jendela-jendela rumah yang ada di Kampung Kemasan ini.

“Beberapa hanya dibangun sebagai hiasan, di balik jendela hanyalah dinding buntu,” ujar Pakde Nudd. Di balik pesonanya, bangunan ini juga menyimpan rahasia ssstem keamanan yang dirancang dengan sangat strategis.

Belajar pada kegigihan Pakde Nudd dalam memperkenalkan Kampung Kemasan dan kecerdasan sang arsitek membangun rumah-rumah yang ada, apa yang bisa dilakukan generasi dalam menjaga bangunan cagar budaya yang ternyata banyak menyimpan rahasia ini?

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved