Jumat, 24 April 2026

Berita Kota Malang

Mahasiswa Universitas Brawijaya Kembangkan Sampo Berbahan Daun Blimbing Wuluh

Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia, Universitas Brawijaya berhasil mengembangkan sampo berbahan Daun Blimbing Wuluh. Temuan ini diapresiasi dalam NAPEC.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id/Sylvianita Widyawati
Mahasiswa Universitas Brawijaya yang mengembangkan sampo alami menggunakan bahan Daun Blimbing Wuluh. 

SURYA.co.id I MALANG - Daun Blimbing Wuluh kerap tak dimanfaatkan dan menjadi limbah. Padahal fungsinya ada, seperti menjadi busa (foam) sampo alami sehingga tidak merusak kulit kepala.

Berkat daun itupula, tiga mahasiswa prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya (UB) meraih juara di ajang National Innovative Product Exibition Contest (NAPEC) pada 5 Desember 2015 lalu. Mereka adalah Surya Diki Ardianto, Ulul Azmi dan Mohammad Rizal Fauzi. Semuanya masih duduk di semester 3 di kampus tersebut.

Dalam kontes itu, mereka harus bertarung dengan 50 karya dari perguruan tinggi yang lain. Mereka juga harus melewati babak penyisihan, hingga menjadi delapan finalis. Para finalis berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama seperti Universitas Diponegoro, ITS, UGM dan lainnya.

"Kami baru pertama kali ini ikut lomba. Karena kan masih mahasiswa baru," ujar Surya kepada SURYA.co.id ketika ditemui di kampusnya bersama dua rekannya, Kamis (10/12/2015).

Menurut Surya, alumnus SMAN 1 Batu ini, daun Blimbing Wuluh biasa dipakai anak-anak kecil untuk plembungan atau balon. Plembungan itu dibuat dengan menghancurkan daun, lalu ekstraknya diambil. "Kami kemudian kemudian membuat inovasinya untuk jadi foam booster alami," tutur Surya, mahasiswa kelahiran 26 Agustus 1995

Ditambahkan Rizal Fauzi, ide tersebut mereka buat setelah melihat daun Blimbing Wuluh selama ini jadi limbah saja. "Tidak langsung jadi. Ada masa trial and errornya dua sampai tiga bulan," kata Rizal, mahasiswa kelahiran 24 September 1996 asal Situbondo itu.

Cerita mereka, daun sempat jadi mengeras sehingga tidak bisa dipakai. Setelah berusaha, akhirnya mereka mendapatkan cara untuk mengambil foam dalam daun tersebut.

Ulul Azmi menjelaskan untuk membuat foam booster, daun Blimbing Wuluh harus dipilih yang sehat. Setelah itu daun dikeringkan, kemudian diblender sampai halus. Daun tersebut lalu diambil ekstraknya dalam bentuk cair, lalu ditambahkan ke dalam sampo sebanyak 20 persen.

Mahasiswa kelahiran tahun 1996 ini menambahkan kebiasaan memakai sampo yang harus ada busanya, membuat kalangan industri menambahkan foam booster sintetis pada produk mereka. Padahal, sampo seperti itu dapat memicu rambut rontok atau gatal pada kulit kepala. "Namun tidak semua sampo ditambahi foam booster sintetis sih," jelasnya.

Sekadar diketahui, daun Blimbing Wuluh mempunyai kandungan soponin yang mempunyai dua gugus mengikat lemak dan air, sehingga kandungan ini bisa membersihkan kulit kepala sekaligus menjadi busa alami yang aman untuk kulit.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved