Pilkada Jawa Timur

BREAKING NEWS - Ada Pemilih Ganda, Pilkada Sumenep dan Situbondo Terancam Diulang

#SURABAYA - SURABAYA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur kini sedang menyelidiki kasus pemilih ganda di Sumenep dan Situbondo

BREAKING NEWS - Ada Pemilih Ganda, Pilkada Sumenep dan Situbondo Terancam Diulang
Surya/ Izi Hartono
Ketua KPU Joedo Fajar Riawan dan Panwas serta tiga saksi paslon sedang melakukan musyawarah di rumah warga, Rabu (15/12/2015). 

SURYA.co.id I SURABAYA - Pelaksanaan Pilkada di Sumenep dan Situbondo, terancam diulang. Ini menyusul ditemukannya pemilih ganda di dua daerah tersebut oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur.

Komisioner Bawaslu Jatim Sugeng Pudjiatmoko mengatakan, jika temuan adanya pemilih ganda di Sumenep dan Situbondo, setelah diverifikasi dan dikaji memang benar adanya dan benar-benar terbukti, maka Bawaslu merekomendasikan Pemilihan Suara Ulang (PSU) di TPS terjadinya pemilih ganda tersebut.

"Jadi, kepastian ada tidaknya PSU nanti tergantung hasil kajian dan verifikasi yang kita lakukan," tegasnya, kepada wartawan, Kamis (10/12/2015).

Menurut Sugeng, di Sumenep, pemilih ganda dilakukan oleh penyelenggara pemilu sendiri, yakni petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Sementara di Situbondo, Bawaslu menemukan di TPS 19 dan 20 Desa Wringinanom ada seorang ibu rumah tangga ketahuan menggunakan surat undangan C6 yang bukan miliknya untuk mencoblos di dua TPS sekaligus.

"Saat ini, berbagai temuan tersebut masih diproses untuk dilakukan penyelidikan," tandas Komisioner, yang juga mantan Ketua Panwaslu Jatim ini.

Ketua Bawaslu Jatim Sufyanto menambahkan, selain temuan di Sumenep dan Situbondo, Bawaslu juga menemukan sejumlah kejanggalan yang terjadi dalam pilkada serentak pertama kemarin.

Dia mencontohkan di Kabupaten Kediri, terdapat petugas TPS 15 Gedangsewu, Kecamatan Pare yang sengaja
tidak memberikan salinan dokumen C1 ke para saksi. Padahal salinan hasil suara wajib diberikan ke para saksi yang hadir di TPS.

Ternyata, dokumen C1 yang tidak diberikan ke saksi tak hanya terjadi di satu TPS, tapi juga di dua desa lain, yakni Desa Gedangsewu dan Desa Tretek yang juga berada di Kecamatan Pare. "Kebetulan saat coblosan kemarin, saya melakukan pemantauan di wilayah Selatan dan Mataraman," katanya.

Untuk Kabupaten blitar dan Malang, Bawaslu, lanjut Sufyanto juga menemukan adanya kotak suara yang tertukar. Bahkan di sejumlah TPS di Blitar kelengkapan surat suara ternyata baru tiba di TPS pada pukul 12.00.

"Saya sudah memerintahkan Panwaslu setempat untuk melakukan koreksi agar tahapan pilkada benar-benar bisa berjalan," imbuhnya.

Sufyanto juga mengaku, Bawaslu Jatim juga sudah berusaha melakukan pencegahan dan komitm menjaga agar pilkada serentak dapat diselesaikan dan tidan sampai berakhir dengan gugatan yang diselesaikan di Mahkamah Konstitusi.

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved