Wanita Cantik Ini Sukses Taklukkan Phobia di Gunung Batur
Erly sudah mencatatkan sejumlah negara di agendanya sebagai tujuan wisatanya. Hampir semua negara di kawasan Asia pernah dijadikan tempat liburan.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
SURYA.co.id | SURABAYA - Jika ingin berumur panjang perbanyaklah traveling. Entah ada hubungannya atau tidak, namun Erly Rizka meyakini betul hal itu.
Wajar bila sulung dari tiga bersaudara ini sudah mencatatkan sejumlah negara di agendanya sebagai tempat tujuan wisata yang pernah dikunjungi. Menurut Erly, hampir semua negara di kawasan Asia pernah dijadikan tempat berlibur.
Begitu pula beberapa objek wisata dalam negeri, kecuali daerah di kawasan timur. “Saya ingin bisa ke Toraja, Lombok, dan Ambon. Katanya pemandangannya indah sekali di sana,” ujar Corporate Director of Sales & Marketing Hotel Division Java Paragon.
Di tempat wisata itu, Erly akan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menelusuri sejarah dan budaya setempat. “Selain kuliner, saya akan mendalami budayanya untuk menambah wawasan,” kata perempuan yang suka menikmati suasana pegunungan daripada ke laut.
Terkait wisata pegunungan ini, perempuan yang hobi berat membaca ini mengaku sempat mendaki Gunung Batur di Pulau Bali. Sebetulnya, Erly sempat ragu ketika kawan-kawannya menawarkan aktivitas pendakian ke Gunung Batur. Sebab, Erly punya phobi ketinggian.
Namun, ketika teman-temannya terus mendesak dan menyatakan Gunung Batur termasuk kawasan yang ‘ramah’ bagi orang yang belum pernah naik gunung, hatinya pun luluh.
Perjalanan yang ditempuh saat dini hari pukul 02.00 membantu Erly untuk tidak terpengaruh pada kondisi sekitar lantaran gelap. Namun, ketika keesokan harinya di tengah terik mentari, Erly pun sempat syok begitu melihat sekelilingnya.
“Bener-bener nggak kebayang saya sudah melampaui perjalanan yang mengerikan hingga sampai puncak!” serunya.
Tetapi, lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing Satya Widya Surabaya Jurusan Sastra Inggris belakangan menegaskan, rasa ngeri menempuh pendakian di Gunung Batur itu terbayar dengan kesempatan menyaksikan keindahan pemandangan di ketinggian gunung yang memiliki ketinggian 1.717 mdpl itu.
Di balik peristiwa bersejarah itu, Erly bisa mengambil hikmah bahwa tak mudah untuk mencapai puncak. “Karena itu, orang yang sampai di puncak dengan cara instan dia tak akan bisa menghargai susahnya naik ke atas,” papar Erly berfilsafat.
Di sisi lain, Erly kini punya cara untuk menaklukkan phobinya. “Orang punya phobi apa pun jangan malah menghindari rasa takutnya terhadap sesuatu itu. sebaliknya malah harus dilawan dengan menjalani sesuatu yang ditakuti, meski tidak secara frontal,” tuturnya.
Mengenai pola makan, Erly mengaku belakangan menerapkan pola hidup sehat. Wanita kelahiran Surabaya, 11 April yang semula tak doyan sayur itu akhirnya mulai mengonsumsi beragam sayur macam kangkung, bayam, dan brokoli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/erly-rizka_20151209_102251.jpg)