Mobil Mewah Tabrak Warung STMJ

Tiga Pendeta Beri Dukungan terhadap Wiyang

Keluarga Wiyang mendatangi Polrestabes Surabaya sekitar pukul 09.30 WIB, disertai tiga pendeta.

Tiga Pendeta Beri Dukungan terhadap Wiyang
surya/anas miftakhudin
Keluarga besar tersangka Wiyang Lautner saat besuk di tahanan Polrestabes Surabaya, Selasa (8/12/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah tiga hari menghuni hotel prodeo Polrestabes Surabaya, tersangka Wiyang Lautner (24), mendapat kunjungan keluarga besarnya, Selasa (8/12/2015).

Keluarga Wiyang mendatangi Polrestabes Surabaya sekitar pukul 09.30 WIB, disertai tiga pendeta. Di antaranya pendeta Titi Gamalyadi yang memberi wejangan moril dan spiritual kepada Wiyang.

Di buku isian besuk tahanan, nama yang tertera adalah Ny Teni, ibunda Wiyang. Dalam besuk tahanan ini, ada sekitar 15 orang mulai teman dan kerabat terlihat bergerombol di depan pintu masuk.

Ketika besuk di tahanan diberi waktu selama 15 menit. Ayah dan Ny Teni bersama tiga pendeta menggelar doa di ruang besuk.

Ketika keluar dan akan meninggalkan polrestabes, pendeta juga memimpin doa di depan ruang tahanan, agar keluarga, sahabat dan kerabat dekat Wiyang diberi kekuatan dan keikhlasan dalam menjalani cobaan dari Tuhan.

Tak pelak, isak tangis tak terelakkan. Tak lama setelah menggelar doa bersama, Ayah, Ibu serta kerabatnya meninggalkan lokasi sekitar pukul 10.15 WIB. Ibunda Wiyang didampingi dua keluarganya terlihat menutup wajahnya dengan tas warna cokelat.

Pendeta Titi Gamalyadi yang menemui Wiyang di ruang besuk, kondisi Wiyang cukup baik. Tapi karena berada di tahanan, otomatis psikisnya tertekan.

"Saya sebagai pendetanya perlu menguatkan dia, jangan sampai dia tertekan karena apa yang menimpa dirinya saat ini murni karena musibah bukan faktor kesengajaan. Siapapun bisa terkena musibah seperti ini," ujarnya.

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Manyar Kertoarjo, Minggu (29/11/2015). Mobil mewah yang dikemudikan Wiyang Lautner, warga Dharma Husada Regency, tiba-tiba oleng ke kiri dan menabrak warung STMJ.

Penjual STMJ, Mujianto (45) dan pembelinya, Srikanti (41), mengalami luka serius. Kuswarijono (51), suami Srikanti, meninggal dunia di lokasi kejadian.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved