Berita Magetan

Jaksa Segera Kurung Bekas Sekkab Magetan, Terbukti Rugikan Negara Rp 942 Juta

#MAGETAN - Dia terbukti menyalahgunakan kekuasaan hingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 942 juta.

Jaksa Segera Kurung Bekas Sekkab Magetan, Terbukti Rugikan Negara Rp 942 Juta
SURYA/DONI PRASETYO
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Magetan Abdul Aziz seusai diperiksa kurang lebih 10 jam di ruang Kasi Pidana Khusus Kejari Magetan, Iwan Winarso, Senin (29/10/2012). 

SURYA.co.id | MAGETAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan segera mengurung Abdul Aziz, bekas atau mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Magetan.

Abdul Aziz adalah terpidana korupsi dana proyek Pembangunan Kawasan Industri Rokok (KIR), Bendo, Magetan.

Rencana eksekusi itu menyusul dikabulkannya permohonan kasasi dari Kejari Magetan oleh Mahkamah Agung, awal November 2015.

"Kami tinggal nunggu tembusan dari Mahkamah Agung (MA) untuk melaksanakan perintah eksekusi itu," kata Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Magetan Ali Munip kepada Surya, Senin (7/12/2015).

Menurut Ali Munip, surat putusan kasasi MA bernomor 1866K/PID.SUS/2014 tertanggal 10 November 2015 itu tinggal menunggu salinan, sebagai dasar melakukan eksekusi kepada mantan orang nomor tiga di Kabupaten Magetan.

"Secara lisan dan nomor putusan sudah diberi tahu. Tapi isi putusan dan sanksi hukuman belum tahu," kata Kepala Seksi Intelijen itu sambil menunjukan SMS berisi pemberitahuan itu.

Sebelumnya, tambah Ali Munip, JPU menuntut Abdul Aziz dengan hukuman tiga tahun dan enam bulan penjara serta denda Rp 50 juta, subsider tiga bulan penjara, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Kalau isi salinan nanti mengabulkan tututan, bagus lah. Soalnya dia (Abdul Aziz) dikenai pasal 3 Undang Undang Tipikor yang minimalnya 1 tahun penjara dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 50 juta dan maksimal Rp 1 miliar," kata Ali Munip.

Abdul Aziz bin Salha saat oitu sebagai Ketua Tim 9 proyek pembebasan lahan untuk KIR. Dia terbukti menyalahgunakan kekuasaan hingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 942 juta.

Namun, majelis hakim pengadilan level pertama menilai terdakwa Abdul Aziz tidak bersalah. Hanyam, ada seorang dari ketiga hakim menyatakan, terdakwa Abdul Aziz terbukti bersalah. 

Akibat dissenting opinion itu, putusan bebas Abdul Aziz dianggap jaksa belum bulat. Lantaran itu, jaksa kemudian mengajukan kasasi atas putusan bebas hakim tipikor itu.

Dua hakim yang menyatakan terdakwa Abdul Aziz tidak terbukti korupsi yaitu hakim Simbolon dan Titik, sedangkan seorang hakim yang berpendapat sebaliknya adalah Ahmad.

Abdul Aziz pernah mendekam di Lapas Kelas 1 Medaeng, Sidoarjo, setelah ditetapkan tersangka oleh Kejari Magetan, Jumat 8 November 2013.

Adakah pihak selain Abdul Aziz yang juga akan dikurung? 

"Untuk pihak lain masih akan terus didalami, sejauh mana peran mereka dalam kasus korupsi pabrik rokok itu," kata Ali Munip. 

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved