Kamis, 23 April 2026

Berita Surabaya

Taksi Gelap Usik Kenyamanan Peak Season Juanda

"Kemana Mas. Bisa saya antar sampai tujuan. Bisa ditawar kok," demikian cara kru taksi gelap menawarkan diri kepada penumpang, Minggu (6/12/2015).

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
foto: Antara/umarul faruq
Sejumlah calon penumpang memadati loket check in di Bandara Internasional Juanda Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (4/11/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kenyamanan Bandara Internasional Juanda Surabaya terusik menjelang peak season Natal dan Tahun Baru nanti. Para kru taksi, terutama taksi gelap merangsek mendekati setiap penumpang di terminal kedatangan Terminal 1 Bandara Juanda.

Mereka mencegat dan memepet setiap penumpang yang baru tiba di bandara. Setiap penumpang yang membawa tas ditawari tumpangan taksi. Rata-rata taksi gelap ini membawa mobil pribadi dengan tarif sesuai kesepakatan setelah tawar menawar.

"Kemana Mas. Bisa saya antar sampai tujuan. Bisa ditawar kok," demikian cara kru taksi gelap menawarkan diri kepada penumpang, Minggu (6/12/2015).

Salah satu penumpang yang baru saja ditawari menuturkan bahwa dirinya ditawari naik Mobilio. Dia mengaku risih dan tak nyaman kalau harus didekati terus. Sopir taksi gelap itu terus mengikuti penumpang.

"Mau ke Tambaksari Surabaya, pemilik mobil minta Rp 175.000. Meski sudah saya bilang ada jemputan, dia masih terus memepet sebelum akhirnya tahu kalau saya benar-benar dijemput," ucap Ichwan Saputra, salah satu penumpang.

Para kru dan sopir taksi gelap memang beroperasi di dalam terminal Juanda. Ada yang bekerja secara kelompok dan ada yang sendiri-sendiri. Biasanya mereka duduk bergerombol.

Ada yang berbaur dengan penumpang di kursi-kursi bandara. Ada pula yang duduk di troli-troli. Tidak bisa dibedakan mana keluarga penjemput dan mana sopir taksi liar.

Saat situasi ini dikonfirmasikan kepada General Manajer PT Angkasa Pura 1 Juanda Kolonel Laut Yuwono, pihaknya mengakui maraknya taksi liar itu menjadi pekerjaan rumahnya sebagai GM baru.

"Jangan sampai kenyamanan penumpang saat peak season nanti terusik. Ini atensi khusus kami untuk sedikit demi sedikit menertibkan para taksi gelap," kata Yuwono.

Pucuk pimpinan pengelola bandara di seluruh wilayah Indonesia Timur ini sudah kerap mendengar banyaknya taksi liar itu. Dia meminta agar masyarakat tidak perlu menuruti tawaran taksi gelap.

"Kalau mau naik taksi, sabaiknya naik taksi resmi yang biasa beroperasi di bandara. Jangan naik mobil carteran. Kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat carter sulit dipertanggungjawabkan. Sebab, tak ada kantor dan nomor yang bisa dihubungi," kata Yuwono.

Yuwono bertekad akan melakukan kooordinasi kembali dengan semua pemangku kepentingan. PT Angkasa Pura akan berkoordinasi dengan semua jajaran, termasuk untuk menertibkan demi sedikit taksi gelap.

Pejabat yang lama di Puspenerbal ini akan menyosialisasikan penumpang untuk naik taksi resmi.

Kepala Otoritas Bandara Juanda Dadun Kohar mengaku tak mudah mengusir taksi gelap bandara. Otoritas Bandara sendiri memahami bahwa ada urusan perut dalam hal taksi gelap itu. Namun kepentingan dan kenyamanan penumpang menjadi perhatian utama.

"Laporannya, razia selalu digelar. Tapi nyatanya kembali lagi mereka. Kecuali di dalam bandara yang dipebolehkan ada penumpang saja," kata Dadun.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved