Berita Kota Malang

Resmi, Pemkot Malang Hapus Dana Kematian Warga

Pemkot Malang resmi menghentikan Dana Kematian bagi warganya. Ini setelah muncul Surat Edaran Kementrian Dalam Negeri nomor 900/4627/SI.

kontan.co.id
Ilustrasi uang 

SURYA.co.id I MALANG - Dana Kematian bagi masyarakat Kota Malang resmi dihapus. Ini setelah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang mengikuti Surat Edaran Kementrian Dalam Negeri nomor 900/4627/SI tentang Danah Hibah.

Di sana dijelaskan bahwa dana hibah – termasuk dana kematian – harus disalurkan pada lembaga badan hukum, bukan perorangan.

Kepala Baznas Kota Malang Fauzan Zenrif mengatakan, meski mengetahui kehadiran surat edaran itu, pihaknya masih menunggu jawaban tertulis dari kemendagri. Dalam tenggat itu, Baznas memutuskan untuk membekukan sementara dana kematian. “Agar ada kepastian, kami putuskan dana kematian tidak dapat dicairkan kembali,” katanya.

Pemberhentian penyaluran ini membuat dana kematian yang masih belum terserap tersisa Rp 800 juta. Sebelumnya, dana yang disediakan untuk itu sebesar Rp 2 miliar, namun hingga sebelum dibekukan dan dihentikan, dana baru tersalur Rp 1,2 miliar.

Aturan baru membuat Baznas tak bisa menyerap dana itu. “Bukan perkara mau atau tidak, tapi aturannya sudah jelas,” ungkap Fauzan pada SURYA.co.id, Minggu (6/12/2015).

Dari catatan Baznas, ada 190 pengaju dana kematian yang berkasnya sudah lengkap selama proses pembekuan. Dengan pemberhentian itu, dana yang mereka harap bisa terima itu akhirnya tak tersalur.

Baznas mengaku tak tega pada para pengurus. Kendati demikian, aturan baru mengharuskan kebijakan tetap berlaku. “Mereka sudah ada yang datang. Melihat wajah mereka, tampak sekali kekecewaan. Bahkan ada yang menangis. Tapi kami mencoba memberi pemahaman agar mereka tak salah tangkap," kata Fauzan.

"Maklum, pengurusan ini juga cukup lama. Mulai dari surat penggantar tingkat RT sampai akta kematian,” ujarnya.

Sekadar informasi, program Pemerintah Kota Malang berupa penyaluran dana kematian Rp 1 juta per orang sudah berlangsung selama dua tahun. Dana itu berasal dari Anggaran pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan disalurkan lewat Baznas

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved