Mobil Mewah Tabrak Warung STMJ

Polisi akan Panggil Sopir Taksi sebagai Saksi Lamborghini Maut

Namun, Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Andre Manuputty enggan mengungkap identitas sopir taksi itu maupun jenis taksinya

Polisi akan Panggil Sopir Taksi sebagai Saksi Lamborghini Maut
ist
Suasana kecelakaan mobil Lamborghini Surabaya di situs Youtube 

SURYA.co.id | SURABAYA - Satlantas Polrestabes Surabaya butuh keterangan tambahan dari saksi untuk mengungkap kecelakaan Lamborghini di Jalan Manyar Kertoarjo pada pekan lalu. Polisi akan memanggil sopir taksi yang diduga mengetahui kejadian itu.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Andre Manuputty enggan mengungkap identitas sopir taksi itu maupun jenis taksinya. Pihaknya sudah menjadwalkan pemanggilan sopir taksi itu.

Berdasar informasi yang diterimanya, sopir taksi itu mengetahui insiden yang menewaskan pembeli STMJ, Kuswarijono tersebut. Sebab, Lamborghini yang dikemudikan Wiyang Lautner dan mobil Ferrari yang dikemudikan Bambang sempat menyalip taksi saksi itu.

“Keterangannya bisa menambah keterangan saksi lain yang sudah diperiksa,” kata Andre, Minggu (6/12/2015).

Sampai sekarang kejadian itu masih simpang siur, terutama terkait kecepataan Lamborgini. Beberapa saksi sempat menyebutkan kecepatan Lamborghini warna hitam itu sekitar 80 km/jam.

Tapi Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, AKP Lily Djafar sempat mengutip pendapat ahli otomotif bahwa Lamborghini itu melaju dengan kecepatan di atas 40 Km/jam.

Andre enggan berspekulasi terkait kecepatan Lamborghini milik Wiyang. Pihaknya masih menunggu hasil kajian dari Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jatim. Sampai sekarang TAA belum menyerahkan hasil analisanya.

“Kalau sudah selesai, pasti akan kami sampaikan ke publik,” tambahnya.

Sampai sekarang Wiyang masih mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Surabaya. Kasat Tahti Polrestabes Surabaya, Kompol Sujud menyebutkan Wiyang menempati sel di blok M. Sel ini khusus bagi tahanan yang terlibat dalam kecelakaan di Surabaya. Wiyang tidak sendirian menghuni sel di blok M.

“Ada empat orang di blok ini. Semuanya tahanan Satlantas,” kata Sujud.

Keluarga Kuswarijono sudah menerima santunan sebesar Rp 125 juta dari Wiyang. Kakak ipar Kuwarijono, Budi Pujiono, mengungkapkan uang santunan itu dikirim melalui rekeningnya. Sampai sekarang uang sekolah dan uang jajan ini masih tersimpan di rekeningnya.

Sebenarnya Budi ingin menyerahkan uang santunan itu kepada keluarga almarhum. Tapi dia khawatir anak-anak almarum tidak bisa mengelola uang itu. Makanya Budi memilih menunggu adiknya yang juga menjadi korban luka, Srikanti pulang dari RS Haji.

“Kalau tidak ada halangan, Srikanti sudah keluar dari ICU besok (Senin, red.),” kata Budi.

Penulis: Zainuddin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved