Berita Kota Malang
Kota Malang Kekurangan Ratusan Guru SD
SD Negeri Kota Malang kekurangan guru tetap. Jumlahnya sekitar 300 orang.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id I MALANG - Seluruh SD Negeri Kota Malang kekurangan guru tetap, yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jumlah kekurangan guru, diperkirakan lebih dari 300 orang.
"Sementara ini ada moratorium CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipi, redl). Sehingga tidak ada penerimaan CPNS baru. Namun kondisinya tertolong dengan adanya Guru Tidak Tetap (GTT, red)," jelas Jianto, Kasi Fungsional Pendidikan Dasar Dindik Kota Malang kepada SURYA.co.id, Jumat (4/12/2015).
Ia memaparkan jumlah seluruh SD Negeri di Kota Malang saat ini ada 195 lembaga. Kekurangan guru berstatus PNS karena ada yang pensiun, meninggal atau pindah.
Sementara, kekurangan guru di SD Negeri meliputi guru kelas, guru Pendidikan Agama Islam, dan guru Olahraga.
Oleh karena kekurangan guru itu, sekolah menyurati ke Dindik, seperti yang dilakukan SD Negeri Gadang 4 Malang. Kasek mengirim surat soal kekurangan guru agama dan guru kelas.
Di sekolah itu, guru kelas ada 10 orang. Padahal ada 12 rombongan belajar (rombel) dengan jumlah siswa 366 orang. Menurut dia, dengan jumlah rombel 12, setidaknya guru olahraga memerlukan dua orang.
"Kalau untuk SMP dan SMA, hanya sedikit kekurangannya. Guru agama kurang 48 orang. Sedang guru olahraga kurang 50-an. Selain itu kurang guru BK (Bimbingan Konseling)," kata Jianto.
Tentang kekurangan guru itu, menurut Jianto, Dinas Pendidikan Kota Malang hanya melakukan perekapan saja. Jika nanti sudah dibuka lagi moratorium akan diusulkan. "Kalau bisa diharapkan ada seleksi CPNS untuk guru, namun itu merupakan kebijakan pusat," tambahnya.