Citizen Reporter
Bersama Cresi, Yuk Bersenang-senang dengan Biawak
ingin berbeda? coba saja pelihara ular atau biawak, karena mereka bisa lebih jinak ketimbang anjing atau kucing...
Oleh : Dita Deviana
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
ditadeviana3@gmail.com
REPTIL, satwa dengan bentuk dan jenis sangar itu bagi banyak orang terlihat menakutkan. Namun, sebaliknya bagi mereka yang tergabung dalam Comunitas Reptile Sidoarjo (Cresi), reptil bisa jadi segalanya.
Anggota komunitas ini memang disyaratkan memiliki reptil, apapun wujudunya. Ada yang memiliki ular, kadal, biawak, iguana, juga kura-kura. Komunitas reptil ini seakan menunjukkan bila reptil peliharaan mereka bukanlah hewan berbahaya.
Dua minggu sekali, di setiap hari Minggu, komunitas ini berkumpul di alun-alun Sidoarjo. Mereka, saling berkomunikasi seputar reptil peliharaan mereka, sekaligus menyosialisasikan kepada masyarakat seputar reptil laik pelihara.
Kenapa harus reptil? Reptil, sebut mereka, berbeda dengan hewan peliharaan rumahan lainnya. Reptil, jenis satwa yang unik dan memiliki penampilan menarik, entah itu bulu atau warna kulit mereka.
Meski bagi sebagian orang, reptil terkesan menjijikan dan berbahaya. Namun, bagi komunitas Cresi, reptil yang dipelihara dengan cara baik dan benar, bisa lebih jinak dibandikan kucing ataupun anjing.
“Sebuas-buasnya binatang pasti bisa jinak dan sejinak-jinaknya binatang pasti bisa buas juga,” ujar diplomastis Ageng, anggota Cresi.
Itu sebabnya Cresi kerap hadir menyosialisasikan bagaimana memelihara ataupun menangani reptil dengan cara benar. Seperti, tidak serta merta mengelus ular begitu melihatnya. Namun, juga tidak berarti harus membunuhnya ketika bertemu dengan satwa melata ini.
Yakin masih beranggapan reptil harus dijauhi? Yuk, kenali mereka lewat kawan–kawan Cresi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/reptil_20151203_192204.jpg)