Sabtu, 11 April 2026

Guru SMP Ini Temuka Metode Jitu Ajarkan Aksara Jawa yang Gampang

Aksara Jawa yang sudah dipelajari sejak SD ternyata tak bisa melekat di benak siswa. Akibatnya saat SMP, guru bahasa Jawa mengalami kesulitan.

Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
SURYA/PRAMUDITO
Putri Hayuningtyas mendapat ucapan selamat dari Kepala Dindik Kota Surabaya, M Ikhsan disaksikan Eko Prasetyaningsih, Kabid Dikdas Dindik Surabaya (kanan), dan Kepala SMPN 10 Surabaya, Bambang Suprianto (kiri). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bahasa Jawa, khususnya terkait aksara Jawa yang sudah dipelajari sejak tingkat sekolah dasar (SD) ternyata tak bisa melekat di benak siswa. Akibatnya saat masuk jenjang SMP, guru bahasa Jawa mengalami kesulitan lantaran harus mulai dari awal lagi.

“Pengetahuan anak-anak terhadap aksara Jawa seperti dari nol lagi. Padahal mereka sudah belajar aksara Jawa selama empat tahun,” kata Putri Hayuningtyas.

Permasalahan menahun inilah yang kemudian memicu guru SMP Negeri 10 Surabaya ini untuk mencari jalan keluar. Itu dilakukan agar Putri bisa mengejar materi yang selama ini tertinggal.

Ibu tiga anak ini mencari metode yang tepat agar siswa cepat menghafal bentuk aksara Jawa yang jumlahnya mencapai 40.

Putri lalu mencoba mengelompokkan pasangan huruf Jawa menjadi enam kelompok. “Huruf Jawa itu punya 20 karakter aksara inti dan 20 karakter pasangannya. Saat mengajar, saya tidak memulainya berdasarkan urutan ho-no-co-ro-ko, melainkan dengan pengelompokan tadi,” ungkpnya.

Kelompok pertama adalah kelompok huruf dan pasangan yang memiliki bentuk yang sama. Kelompok kedua merupakan kelompok huruf dan pasangan dengan bentuk mirip.

Kelompok ketiga adalah kelompok huruf dan pasangan yang hilang bagian depannya. Kelompok empat hilang bagian belakangnya.

Kelompok lima adalah kelompok dengan penulisan mudah, dan kelompok keenam merupakan kelompok dengan penulisan sulit.

Lewat pengelompokan ini Putri yang telah mengajar selama 27 tahun mata pelajaran bahasa daerah ini lalu meminta muridnya membentuk jadi kata dan kalimat. “Target saya, dengan pengelompokkan ini anak harus sudah hafal dalam hitungan 5-10 menit. Jadi, dalam satu kali pertemuan, ke-40 huruf Jawa ini dapat mereka hafalkan,” paparnya.

Hasilnya? Hanya dengan dua kali pertemuan tatap muka, siswa ternyata mampu menghafal cara penulisan, menulis, dan membaca aksara Jawa.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved