Batu Akik
Black Rose Koleksi Gadis Cantik Ini Sudah Ditawar Rp 15 Juta
Gara-gara batu akik yang belakangan bikin ‘demam’ masyarakat Indonesia ini, Eka bisa keliling di banyak kota di Indonesia.Dari Aceh hingga Surabaya.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
SURYA.co.id | SURABAYA - Bagi Eka Susanti perkenalannya dengan batu mulia sangat membawa berkah yang menyenangkan. Gara-gara batu akik yang belakangan bikin ‘demam’ masyarakat Indonesia ini, Eka bisa keliling di banyak kota di Indonesia.
Itu dilakukan untuk memajang dan mengenalkan batu akik koleksinya ke para kolektor. Meski belum semua daerah dia kunjungi, tapi Eka sudah merasa gembira.
“Dari ujung barat sudah sampai Aceh, Medan, dan Jambi,” ujarnya. Di Pulau Jawa, anak kedua dari tiga bersaudara ini sudah melihat suasana di kota Jakarta, Cirebon, dan belakangan Surabaya.
Ditemui di tengah kesibukan pameran akik di Polrestabes Surabaya, Eka menyatakan, banyak bergaul dengan orang baru memberi pengalaman sangat berharga. Selain itu, tentu dia berkesempatan menyantap aneka kuliner khas daerah setempat.
Berawal dari aktivitas mendampingi sang kekasih yang mengelola bisnis batu mulia, Eka kini malah banyak mengenal aneka ragam batu akik dan cerita masing-masing. “Setiap pameran di tiap kota, selain mengenal banyak orang-orang setempat, saya juga mendapat info baru mengenai batu akik khas di daerah itu,” ujarnya.
Dari info yang dia peroleh itu, Eka pun ikutan keranjingan mengoleksinya. Dan kini black rose asal Pacitan, setia menghiasi leher jenjangnya.
“Batu ini unik karena gambar mawarnya yang sangat menarik. Pernah ditawar Rp 15 juta, tapi nggak aku kasih. Sayang aah…..langka dan pas buat aku pakai di acara apa aja,” bebernya.
Selain itu, koleksi lainnya adalah blue safir, dan solar dari Aceh. Namun dua batu mulia dalam bentuk cincin ini hanya dia pakai saat menghadiri acara khusus.
“Kalau pas jualan gini nggak aku pakai. Khawatir kegores etalase kan sayang. Jadi aku simpan saja, dan dipakai kalau pas ada resepsi,” kata gadis asal Palembang, 21 April 1992 ini.
Eka lalu memapar keunikan batu solar koleksinya. Batu itu bisa berubah warna menjadi hijau, cokelat, atau kuning sesuai kondisi tertentu. “Karena itu batu ini disebut tri colors,” tandasnya.
Kelebihan lain? “Batu ini bisa bikin yang pakai makin kuat rasa percaya dirinya. Orang yang pakai juga bisa tambah kewibawaannya,” ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/eka-susanti_20151201_101158.jpg)