Minggu, 12 April 2026

Tanam Trembesi Tepat untuk Atasi Perubahan Iklim Global

Penanaman trembesi dalam jumlah banyak sangat baik untuk mengatasi pemanasan global, perubahan iklim, dan iklim ekstrim serta puting beliung.

Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
ISTIMEWA
Kegiatan pembibitan tanaman trembesi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gerakan Menanam Trembesi 1.350 KM Merak–Banyuwangi yang dilakukan Djarum Foundation mendapat perhatian Dr Ir H Endes N Dahlan. Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor ini menyatakan pohon tremberi itu banyak manfaatnya.

“Pohon trembesi itu dapat menyerap satu juta ton gas CO2 setiap tahunnya. Hal ini tentu selaras dengan goal ke-13 SDGs (Sustainable Development Goals, yang dicanangkan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk periode 2015-2030),” kata Dahlan.

SDGs membahas 17 target untuk mewujudkan kehidupan dunia yang adil, sejahtera, dan damai, yang bebas dari kemiskinan, kesenjangan, keterbelakangan, pandemi, kekerasan, terorisme, dan kerusakan lingkungan hidup serta perubahan iklim. Goal ke-13 SDGs mengamanatkan untuk segera mengambil tindakan memerangi perubahan iklim dan dampaknya. Di dalamnya terjabar tujuan untuk memperkuat ketahanan dan kapasitas adaptasi terhadap bahaya terkait iklim serta bencana alam di semua negara.

Menurut Endes, trembesi merupakan jenis pohon yang memiliki daya serap sangat tinggi. Karena itu pula, penanaman jenis ini dalam jumlah banyak merupakan terobosan yang sangat baik untuk mengatasi pemanasan global, perubahan iklim, dan iklim ekstrim serta puting beliung yang sangat mengancam kehidupan manusia, akibat meningkatnya konsentrasi gas CO2 di udara sebagai hasil emisi dari penggunaaan pembakaran minyak dan gas oleh kendaraan bermotor dan industri.

“Trembesi dapat hidup di daerah kering atau yang tergenang air. Sebarannya di semua daerah tropika. Dapat hidup di daerah beriklim kering Savana dengan curah hujan kurang dari 2000 mm per tahun serta mampu hidup di daerah kurang subur, karena akarnya mengandung bibit akar dengan bakteri Rhizobium yang dapat mengikat nitrogen dari udara, sehingga tanah menjadi lebih subur,” paparnya.

Ditambahkan juga, cabang trembesi sangat kuat sehingga cocok untuk peneduh jalan. Trembesi pun tak banyak menimbulkan kesan kotor di jalan lantaran daunnya berukuran kecil.

“Trembesi tidak menghasilkan zat allelopathyu, sehingga tumbuhan jenis lain dapat tumbuh di bawahnya,” tandasnya.

Manfaat lain adalah buahnya agak manis dan sering dihinggapi lebah, biji dapat disangrai untuk camilan, daun dan akarnya berkhasiat obat, serta kayunya kuat dan motifnya bagus untuk furnitur.

Hingga pertengahan tahun 2015, Djarum Trees For Life berhasil menanam 36.763 pohon trembesi. “Pohon itu ditanam di sepanjang 1.260 km jalur Pantura mulai dari Merak (Banten) hingga Kabupaten Situbondo (Jawa Timur),” ujar Primadi H Serad, Program Director Djarum Foundation.

Aksi penanaman pohon ini akan mencapai puncaknya di Kabupaten Banyuwangi pada 17 Desember 2015. Kegiatan tersebut menjadi rangkaian peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia serta sekaligus Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang digelar di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin, Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (26/11/2015).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved