Breaking News:

Berita Sidoarjo

Antisipasi Hujan, BPLS Buat Jalur Baru Aliran Lumpur

Staf Humas BPLS, Hengky Listriadi, mengatakan pihaknya mengoperasikan empat kapal keruk dengan waktu kerja 10-16 jam per harinya.

surya/irwan syairwan
Polisi menunjukkan sebuah alat berat yang akan digunakan untuk membuat aliran baru lumpur di Sidoarjo, Senin (30/11/2015). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Menghindari semburan lumpur panas Lapindo mengarah ke utara, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) intensif melakukan pengerukan. Pengerukan itu dilakukan agar semburan lumpur dari pusatnya mengarah ke selatan menuju Kali Porong.

Staf Humas BPLS, Hengky Listriadi, mengatakan pihaknya mengoperasikan empat kapal keruk dengan waktu kerja 10-16 jam per harinya. Tujuannya, untuk membuat jalur aliran lumpur dari pusat semburan ke selatan.

"Bagian utara (Kalitengah) itu pemukiman warga. Agar tidak terjadi penumpukan lumpur yang bisa membahayakan tanggul, kami buatkan jalur aliran ke selatan," kata Hengky , Senin (30/11/2015).

Kapal keruk tersebut, lanjutnya, bisa memompa sekitar 0,6 meter kubik lumpur perdetik. Pembuatan jalur aliran baru ke selatan ini juga sebagai langkah antisipasi musim hujan sehingga kolam penampungan bisa menampung debit air hujan.

Meski dibuang ke Kali Porong, Hengky menyatakan pengerukan dilakukan secara terukur. Dengan demikian, tidak terjadi sedimentasi Kali Porong serta tidak mengubah fungsinya sebagai saluran banjir.

"Kalau diprosentasekan, padatan lumpur yang dibuang ke Kali Porong sekitar 10 sampai 20 persen saja. Sisanya air sehingga tak mengganggu arus Kali Porong," paparnya.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved