Bung Tomo Award 2015

Wanita Ini Mengoleksi Lebih Dari 200 Medali dari 5 Benua

Wanita ini sudah menjadi atlet lari sejak kelas 2 SMP. Peghargaan yang diterimanya lebih dari 200 medali dari lima benua.

Wanita Ini Mengoleksi Lebih Dari 200 Medali dari 5 Benua
SURYA/PRAMUDITO
Penerima gelar dari Bung Tomo Award 2015 berpose bersama Sulistina (duduk) istri Bung Tomo, Kasdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau (belakang nomor dua dari kiri), Bambang Sulistomo, putra Bung Tomo (belakang paling kiri) dan para juri. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gelar Pahlawan versi Bung Tomo Awards 2015 juga diberikan pada Dra Hj Niniek K Rahadjeng SH. Wanita yang di usia 71 tahun tetap hidup sendiri ini mengabdikan dirinya secara penuh pada dunia olahraga dan pilihannya adalah menjadi atlet lari. Begitu ikut lomba lari cepat 100 meter di tahun 1962, Niniek langsung menyabetJuara 3.

Penghargaan itu kontan memacu semangatnya untuk terus serius sebagai atlet. Selain lari, dia juga menggeluti nomor lempar lembing dan tolak peluru. Dua jenis olahraga ini baru diseriusi pada tahun 2000.

Wanita ini sudah menyimpan lebih dari 200 medari dari berbagai kompetisi yang diikutinya. "Medali-medali itu dari lima benua," katanya.

Setiap hari, Niniek selalu latihan di Lapangan Koni Jatim selama dua jam. “Saya prihatin pada atlet sekarang, yang sebentar-sebentar sudah mengeluh capek. Jadi atlet itu harus total jangan manja,” tandas wanita yang sempat pula menjadi ajudan tiga gubernur, yaitu di era M Noer, Soenandar Prijosoedarmo, dan Wahono.

Sosok lain yang juga dapat gelar Pahlawan di ajang Bung Tomor Award 2015 ini adalah M Kalend. Pria ini dinilai punya komitmen besar membuat kawasan Pare di Kediri menjadi terkenal hingga di mancanegara lantaran menggunakan bahasa Inggris sebagai percakapan sehari-hari.

Ketiga pahlawan ini dipilih juri dari 10 nama yang masuk ke panitia. “Menentukan siapa yang berhak dinobatkan sebagai pahlawan memang tak mudah. Tapi saya salut pada kinerja juri yang maksimal sehingga akhirnya bisa menetapkan siapa yang berhak jadi pahlawan,” ujar Bambang Sulistomo, Ketua Yayasan Jati Diri Bangsa.

Menurut putra Bung Tomo, yang dinilai para juri adalah sosok yang bersangkutan harus punya jiwa ketokohan dan patut dicontoh. “Dia harus punya pengorbanan untuk kemanusiaan dan pengorbanan untuk isi kemerdekaan,” tandasnya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Achmad Pramudito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved