Bung Tomo Award 2015

Wanita Ini Lulus SD Langsung Main Ludruk

Tiga tokoh masyarakat dinobatkan jadi pahlawan versi Bung Tomo Award 2015. Mereka berlatar belakang seniman, atlet, dan pegiat kursus bahasa Inggris.

Wanita Ini Lulus SD Langsung Main Ludruk
SURYA/PRAMUDITO
Tiga tokoh masyarakat menerima penghargaan dan penobatan sebagai pahlawan versi Bung Tomo Award dari Kasdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Seniman ludruk menyandang gelar pahlawan tentu langka. Namun, Bung Tomo Awards memberikan apresiasi khusus pada Murgiati lantaran dedikasinya pada seni tradisional tersebut.

Wanita tanpa anak itu sudah menggeluti seni ludruk sejak tahun 1974. Begitu lulus SD tahun 1973, setahun kemudian Murgiati nekad ikut gabung main ludruk

“Saya bilang nekad karena orangtua sebetulnya melarang saya ikut main ludruk,” ucap Murgiati kepada Surya, Kamis (26/11).

Ditemui usai penganugerahan pin Pahlawan versi Bung Tomo Awards, Murgiati mengungkapkan rasa bangga lantaran karena ketekunannya main ludruk itu dia bisa ‘mengentas’ enam orang anak tirinya. “Job saya seringnya ya main di RRI dan TVRI,” ungkapnya.

Selain main ludruk, Murgiati sempat pula jad sinden di Kabupaten Tuban. “Saya 10 tahun sindir di Tuban, Mas,” cetus wanita yang sudah berusia 56 tahun ini.

Di panggung ludruk, wanita ini sering dijuluki Murgiati ‘Jula-Juli’. Hal itu lantaran kepiawaiannya melantunkan tembang Jula-Juli dalam beragam versi. “Saya juga sering memerankan ‘wewe’ (hantu yang menakutkan) sehingga dijuli Murgiati ‘Wewe’,” ucapnya polos.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Achmad Pramudito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved