Tragedi Tumpang Pitu

2 Perusuh Tambang Banyuwangi Dibawa ke Polda Jatim

"Mereka juga membakar mess Brimob dan merusak sarana yang lain," paparnya.

2 Perusuh Tambang Banyuwangi Dibawa ke Polda Jatim
kompas.com
Aktivis lingkungan Banyuwangi tolak tambang Gunung Tumpang pitu dengan membentangkan spanduk di Ranu Kumbolo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tim gabungan dari Polres Banyuwangi dan Ditreskrimum Polda Jatim menangkap dua orang yang diduga terlibat kerusuhan di tambang emas PT Bumi Suksesindo (BSI) di Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggrahan, Banyuwangi, Sabtu (28/11/2015).

Dua tersangka yang ditangkap dan kini masih dalam perjalanan menuju Polda Jatim adalah JT, 19, dan SU, 45, keduanya warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggrahan, Banyuwangi.

"Mereka ditangkap di rumah masing-masing," tutur Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol RP Argo Yuwono, Sabtu (28/11) sore.

Kedua tersangka ditengarai ikut membakar peralatan pengerjaan tambang seperti mesin backhoe, truk dan mess karyawan.

"Mereka juga membakar mess Brimob dan merusak sarana yang lain," paparnya.

Lelaki yang menyandang pangkat tiga melati di pundak, menuturkan jumlah tersangka akan bisa bertambah lebih dua orang.

"Dari pemeriksaan dua tersangka ini nanti akan berkembang lagi," jelasnya.

Apakah ada aktor intelektual atau penggerak massa di balik peristiwa itu? "Tunggu sampai saatnya nanti. Yang jelas penyidik terus bekerja untuk mengarah ke arah sana," tutur Kombes Argo Yuwono.

Dua tersangka ini apa nantinya disendirikan atau dicampur dengan tahanan lain di Polda Jatim?" tanya Surya.

"Ini adalah kasus atensi sehingga ada kekhususan dalam penanganan. Tahanan tersangka akan disendirikan dan tidak dicampur dengan tahanan lain. Ini untuk mengantisipasi pengaruh dari tahanan lain," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved