Prostitusi Artis

Selasa, Anggita Sari Bersaksi di Persidangan

“Hanya Anggitasari yang akan dihadirkan sebagai saksi,” kata jaksa yang menangani kasus ini, Indra Thimoty, Jumat (27/11/2015).

Selasa, Anggita Sari Bersaksi di Persidangan
surya/zainuddin
Dua mucikari Anggita Sari, Alen Saputra dan Alfania Tiarsila sebelum sidang di PN Surabaya, Kamis (26/11/2015). 

SURYA.co.id |SURABAYA - Artis yang terlibat dalam prostitusi online, Anggita Sari Harsono dijadwalkan menjadi saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada Selasa (1/12/2015). Jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya sudah melayangkan surat panggilan kepada Anggita Sari.

Keterangan Anggita Sari sangat dibutuhkan dalam persidangan ini. Artis yang menjadi langganan menjadi model majalah dewasa ini menjadi anak buah Alen Saputra dan Alfania Tiarsila dalam bisnis prostitusi online ini.

Dua mucikari ini dikabarkan memiliki sekitar 30 wanita yang dijajakan untuk melayani pria hidung belang.

“Hanya Anggita Sari yang akan dihadirkan sebagai saksi,” kata jaksa yang menangani kasus ini, Indra Thimoty, Jumat (27/11/2015).

Pemanggilan Anggita Sari sebagai saksi cukup beralasan. Saat menggerebek sebuah hotel di kawasan Gubeng pada 2 September 2015, anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya hanya menemukan Anggita Sari. Tidak ada anak buah Alen dan Fani lain di hotel itu.

Thimoty menambahkan pihaknya akan menghadirkan antara 6-7 saksi dalam sidang nanti. Tapi Thimoty enggan membeber identitas para saksi. Selain Anggita Sari, beberapa anggota Satreskrim yang terlibat dalam penangkapan juga akan dihadirkan dalam sidang.

“Lebih jelas soal saksinya bisa dilihat dalam persidangan,” tambahnya.

Dalam sidang pada Kamis (26/11/2015), kedua terdakwa mengakui isi dakwaan yang dibacakan jaksa Feri Rahman. Kedua terdakwa pun tidak mengajukan eksepsi (penolakan atau keberatan atas dakwaan, red.).

Makanya majelis hakim pimpinan Tugiyanto langsung menjadwalkan pemeriksaan saksi dalam sidang selanjutnya.

Selama menjalani kedua terdakwa tidak didampingi kuasa hukum. Kedua terdakwa memastikan kan menjalani sidang tanpa didampingi kuasa hukum.

Bisnis prostitusi online ini terungkap setelah anggota Satreskrim mendengar informasi adanya pelayanan bisnis esek-esek di sebuah hotel di kawasan Gubeng.

Petugas langsung menuju lokasi untuk memastikan informasi itu. Petugas menangkap Anggita Sari dan menyita sejumlah barang bukti (BB), seperti kondom, uang Rp 7,5 juta, dan sebagainya.

Penulis: Zainuddin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved