Rabu, 8 April 2026

Berita Ekonomi

Ini Penyebab Pengembang Properti Batam Pasarkan Produk di Surabaya

Kota Pahlawan, Surabaya merupakan pasar yang sangat potensial untuk sektor properti di Batam.

Penulis: M Taufik | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id/M Taufik
Maikel Tanuwidjaja, GM Sales Pollux Properties (jas biru), berbincang dengan Yoosef Eduardus, General Manager Operational Meisterstadt di sela acara pengenalan proyek Meisterstadt ke para agen properti di Surabaya, Jumat (27/11/2015). 

SURYA.co.id I SURABAYA - Kota Pahlawan, Surabaya merupakan pasar yang sangat potensial untuk sektor properti di Batam. Itu terbukti dengan fakta bahwa warga Surabaya menjadi salah satu penanam investasi terbesar di sejumlah proyek properti di Kepulauan Riau.

Fakta itu membuat para pengembang properti yang bermain di Batam memilih menempatkan Surabaya menjadi sasaran utama dalam memasarkan produk propertinya.

"Karena potensi pasar Surabaya memang sangat besar," kata Yosef Eduardus, General Manager Operational Meisterstadt di sela acara pengenalan proyek Meisterstadt ke para agen properti di Surabaya, Jumat (27/11).

Meisterstadt adalah super blok dengan 8 tower apartemen berisi 7.000 unit hunian, 128 ruko, hotel, dan pusat perbelanjaan yang akan terintegrasi dengan rumah sakit. Proyek properti ini dibangun oleh pengembang Pollux Properties di atas lahan 9 hektar.

"Investasinya, sekitar Rp 1,8 triliun. Dan di balik proyek ini adalah mantan Presiden Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie," ujar Yosep.

Proyek ini digarap bertahap, dimulai pertengahan 2016 dan selesai setelah 36 bulan. Tahap pertama adalah pembangunan tower 1 dan 2 yang berkapasitas 1.573 unit dan 128 ruko. Apartemen dengan 1 kamar dibandrol Rp 350 juta, 2 kamar Rp 800 juta, dan per unit ruko Rp 2,7 miliar. "Untuk Surabaya, kami menargetkan laku 1 tower," terangnya.

Target itu dirasa tidak terlalu muluk karena tingginya potensi pasar Surabaya. Untuk menggaet customer di Kota Pahlawan, pengembang properti yang telah bermain di Singapura, Jakarta dan Semarang ini justru memilih Surabaya menjadi kota pertama sasaran pasar.

Setelah mengumpulkan agen-agen di Surabaya, pengembang baru akan melanjutkan acara serupa di Batam dan Jakarta.

Maikel Tanuwidjaja, GM Sales Pollux Properties menyampaikan, investor Surabaya yang menanamkan investasinya ke Batam sangat variatif. Sebagian sengaja memilih Batam untuk home base aktifitas perdagangan, sebagian lagi dengan alasan posisi Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

"Banyak pengusaha Surabaya yang memiliki kesibukan padat di Singapura atau Malaysia memilih home base di Batam, karena lokasinya dekat dan selisih harganya cukup jauh. Lainnya, banyak juga warga Surabaya yang berinvestasi di Batam karena memang menjalankan usaha di sana," papar Maikel.

Tentang BJ Habibie, dijelaskannya bahwa mantan Presiden Indonesia itu merupakan tokoh di balik super blok Meisterstadt. "Nama Meisterstadt itu sendiri merupakan bahasa Jerman, terkait dengan Habibie yang sempat meraih sukses di Jerman," ungkapnya.

Maikel menambahkan bahwa Habibie menyebutu Indonesia akan menjadi negara terkaya ke-7 versi The Country Masterplan Development pada tahun 2030. Seiring itu, Batam akan semakin berkembang dan memberi pengaruh besar karena kota ini merupakan pusat perdagangan bebas antar Asia Tenggara.

"Dan Meisterstadt akan menjadi sebuah landmark baru bagi kota Batam, dengan potensi yang sangat besar. Apalagi, saat ini pemerintah juga membebaskan Kota Batam dari pengenaan bea masuk, pajak pertambahan nilai, pajak penjualan atas barang mewah, dan cukai hingga 70 tahun kedepan," lanjut Arum Pusparani, GM Marketing Pollux Properties.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved