Sabtu, 18 April 2026

Berita Sidoarjo

Tidak Sehat, Puluhan Sopir Bus di Purabaya Dilarang Beroperasi

"Kebanyakan tekanan darahnya tinggi. Para sopir ini kami rekomendasikan untuk beristirahat, karena kondisinya bisa membahayakan kalau beroperasi."

Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Parmin
surya/irwan syairwan
Sejumlah sopir menjalani tes kesehatan di Terminal Purabaya, Kamis (26/11/2015). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Sekitar 150 sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) Terminal Purabaya mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dari Kementerian Perhubungan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kamis (26/11/2015).

Pemeriksaan ini guna mengetahui kondisi para sopir bus AKAP yang akan beroperasi menjalankan tugasnya.

Dari jumlah itu sekitar 20-an di antaranya disarankan untuk tidak menyopir karena kesehatannya yang tidak fit.

Ketua Tim Lapangan Kementerian Kesehatan Provinsi Jatim, Farida s, mengatakan ada 20-an sopir bus AKAP di Purabaya direkomendasikan tidak beroperasi. Hal ini lantaran para supir itu memiliki gangguan kesehatan saat dites.

"Kebanyakan tekanan darahnya tinggi. Para sopir ini kami rekomendasikan untuk beristirahat, karena kondisinya bisa membahayakan ketika yang bersangkutan mengemudikan kendaraan besar dengan jarak yang jauh," kata Farida kepada awak media.

Farida menuturkan cek kesehatan ini meliputi, cek tekanan darah, cek darah dan cek urine. Tes kesehatan dilakukan di selasar terminal.

"Target kami 150 sopir ikut tes ini dan memenuhi ekspektasi kami. Ini artinya, para sopir sangat peduli dengan kesehatannya karena mereka berkaitan erat dengan keselamatan penumpang," sambungnya.

Kepala UPTD Terminal Purabaya, May Ronald, menambahkan cek kesehatan ini merupkan lanjutan kegiatan inspeksi mendadak (sidak) yang telah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pada Rabu (25/11/2015) lalu.

Pada sidak itu, fisik bus diperiksa, serta kelengkapan alat pengaman, berikut persyaratan administrasinya. Hasilnya, ada tiga bus yang dilarang beroperasi.

"Busnya sudah, sekarang sopirnya. Khusus untuk sopir AKAP karena mereka menempuh perjalanan jauh. Kesehatannya harus sempurna," imbuh Ronald.

Mengikuti tes kesehatan, sopir bus PO Ladju jurusan Surabaya-Jember, Samsuri, terdeteksi tekanan darahnya tinggi. Dari hasil itu, pria 51 tahun ini untuk sementara tidak boleh mengemudi.

Kendati demikian, Samsuri malah mengaku sangat senang mengikuti tes kesehatan ini. Vaginya, ia bisa mengetahui kondisi kesehatannya saat ini secara gratis.

"Dikasih obat sama vitamin juga lagi. Karena tidak boleh nyupir dulu, yaa saya pulang dan tiduran saja di rumah. Hitung-hitumg liburan," ujar Samsuri sambil tertawa.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved