Prostitusi Artis

Ini Sindiran Hakim untuk Mucikari Artis Anggitasari

“Kalian (terdakwa, red.) juga akan menjadi artis. Jadi tidak hanya Anggitasari yang jadi artis,” kata Tugiyanto sebelum memulai sidang.

Ini Sindiran Hakim untuk Mucikari Artis Anggitasari
surya/zainuddin
Dua mucikari Anggitasari sebelum menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (26/11/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mucikari prostitusi yang melibatkan artis Anggitasari Harsono, Alen Saputra dan Alfania Tiarsasila menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (26/11/2015). Majelis hakim pimpinan Tugiyanto bersikap berbeda dari biasanya.

Biasanya wartawan hanya diperbolehkan memotret dari terdakwa dari bagian belakang atau samping. Tapi dalam sidang tadi, majelis hakim memperbolehkan wartawan memotret terdakwa dari berbagai sisi. Bahka ada wartawan yang memotret dari belakang kursi majelis hakim.

Tapi wartawan tidak leluasa memotret wajah dua mucikari itu dari berbagai sisi. Majelis hakim hanya memberi waktu selama 10 menit sebelum sidang dimulai. Setelah sidang dimulai, wartawan hanya diperkenankan memotret dari belakang atau samping terdakwa.

“Kalian (terdakwa, red.) juga akan menjadi artis. Jadi tidak hanya Anggitasari yang jadi artis,” kata Tugiyanto sebelum memulai sidang.

Agenda sidang perdana ini adalah pembacaan dakwaan oleh jaksa Feri Rahman. Dalam dakwaan diketahui bahwa dua terdakwa ini yang mengundang Anggitasari masuk grup BBM Prince Management.

Setelah masuk dalam grup, terdakwa menjelaskan maksud grup itu. Diantaranya terdakwa menawarkan kepada Anggitasari untuk melayani pria hidung belang.

Sejak bergabung dalam grup ini, Anggitasari sudah empat kali melayani pria hidung belang. Setiap usai melayani pria hidung belang, Anggitasari mendapat bayaran sebesar Rp 7,5 juta. Anggitasari langsung mentransfer 30 persen dari bayaran itu kepada Alen.

“Terdakwa Alen mendapat bayaran sebesar Rp 1,5 juta,” kata Feri.

Dalam dakwaan juga terungkap terdakwa Alfania juga mencari wanita lain untuk dijajakan.
Bila ada yang tertarik tawaran ini, wanita yang akrab disapa Fani juga memberikan pin BBM milik Alen. Begitu pula bila ada pria hidung belang yang berniat mencari wanita panggilan, Fani juga memberikan pin BBM milik Alen.

“Terdakwa (Fani, red.) mendapat bagian sebesar 50 persen dari bayaran yang diterima terdakwa Alen,” tambahnya.

Praktik prostitusi yang melibatkan artis ini dibongkar Satreskrim Polrestabes Surabaya pada 2 September 2015. Anggitasari ditangkap di kamar 7012 sebuah hotel di kawasan Gubeng.

Petugas menyita uang sebesar Rp 7,5 juta, tiga kondom belum dipakai, dan 1 kondom yang belum dipakai.

Dalam perkembangannya, bukan hanya Anggitasari yang menjadi anak buah kedua terdakwa. Ada puluhan wanita lain yang menjadi anak buahnya.

Penulis: Zainuddin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved