Berita Ekonomi
Begini Evolusi CakTrans, Ojek Taksi Surabaya Untuk Saingi Ojek Online
Caktrans kembali agresif merebut pasar transportasi Surabaya.
Penulis: M Taufik | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id I SURABAYA - Persaingan bisnis ojek yang semakin sengit membuat Caktrans kembali agresif untuk merebut pasar. Mereka mengubah brand dan meningkatkan sejumlah pelayanannya, termasuk ojek argo atau yang biasa dikenal dengan taksi roda dua ini, terus dipacu agar menjadi market leader.
CEO Caktrans, Yosephus Widyawan menyampaikan, perubahan brand dilakukan hampir menyeluruh. Mulai dari perubahan logo, website, hingga upgrade beberapa produk layanan. Langkah ini dimaksudkan untuk memperbaiki pelayanan kepada pelanggan demi memajukan bisnis yang dijalankan.
Caktrans merupakan produk UKM yang lahir di Surabaya pada November 2012. Selain melayani penumpang, ojek argo ini juga melayani pengiriman barang atau kurir. "Layanan kurir baru mulai tahun 2014, kemudian awal 2015 vakum. Sekarang, layanan itu kembali kami hadirkan untuk pelanggan," ungkap Yosephus, Kamis (26/11).
Sebelumnya, dengan 23 armada setiap hari rata-rata ada 200 order yang didapat. Sekarang, manajemen Caktrans menargetkan order sekitar 800-1.000 order setiap hari, termasuk penumpang maupun pengiriman barang. Alasannya, bersamaan dengan perubahan brand, juga ada penambahan armada.
Sekadar diketahui, Caktrans kini memiliki 50 unit armada dan pertengahan tahun depan ditargetkan bakal ada penambahan armada lagi menjadi 100 unit.
“Kami beda dengan operator ojek lainnya. Kami berbasis perusahaan transportasi, bukan perusahaan aplikasi. Kami punya armada, punya pool untuk mengendalikan kendaraan dan driver, punya kantor administrasi dan sebagainya. Kami cenderung seperti taksi tapi roda doa, bukan ojek berbasis online,” lanjut pria asli Surabaya ini.
Perubahan ini diawali dengan riset yang dilakukan sekitar dua bulan. Hasilnya, memang masyarakat Surabaya butuh layanan yang lebih, terutama yang sedang booming sekarang ini adalah layanan kurir. "Hasil riset kami demikian, layanan kurir tumbuh pesat di Surabaya," ungkap Rian Kurniawan, konsultan branding Cantrans.
Oleh karena itulah, branding terhadap layanan kurir ikut digenjot dalam perubahan ini. Mereka menargetkan layanan kurir bakal berkontribusi hingga 40 persen dalam bisnisnya, dan penumpang sebanyak 60 persen.
“Layanan penumpang juga tetap menjadi prioritas. Karena kendaraan milik kami, sehingga pemantauan dan perawatan lebih mudah. Kami melakukan perawatan rutin terhadap semua armada di pool, dan mengganti kendaraan baru setiap tiga tahun sekali,” imbuhnya.
Perawatan berkala itu bukan hanya dinikmati dampaknya oleh pelanggan, tapi driver Caktrans sendiri juga merasakannya.
“Saya sudah lima bulan menjadi driver, tidak perlu modal apapun karena kendaraan dan semua fasilitas sudah ada. selama itu, juga tidak pernah ada kendala terhadap kendaraan karena selalu dikontrol,” ujar Rina, driver Caktrans.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/cak-trans_20151126_215941.jpg)