Kamis, 30 April 2026

Citizen Reporter

Mendadak Noni van De Bour

loji van De Bour, rumah peninggalan kolonial Belanda di Kalitelepak, Glenmore, Banyuwangi ini menjadikannya bak noni...

Tayang:
Editor: Tri Hatma Ningsih
instagram/iqbal darri satyo arief @darrimana
Loji De Bour Glenmore, Banyuwangi 

Oleh Novita Umika Sari
Mahasiswa jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang
novitaumikas@gmail.com

ENAM belas tahun silam, tepatnya tahun 1999, keluarga kami dipindahtugaskan ke afdeeling Polehan. Sejak saat itu pula, kami menempati sebuah rumah dinas besar dengan arsitektur khas Belanda yang kami sebut loji.

Bagi gadis kecil usia lima tahun, waktu itu loji awalnya bak rumah besar biasa yang katanya milik seorang Belanda. Hingga saat masuk sekolah menengah pertama, baru saya menyadari bahwa ternyata keluarga kami tinggal di warisan kolonial. Kini loji itu masih kokoh berdiri di sana.

Loji tersebut terletak di afdeeling Polehan, Perkebunan Kalitelepak, Glenmore, Banyuwangi dan berada di bawah payung PTPN XII.

Loji De Bour, begitu mereka menyebutnya. Bukan tanpa alasan, memang loji ini dahulunya milik tuan tanah Polehan bernama Tuan De Bour.

Rumah dinas yang diperuntukkan bagi mandor besar afdeeling ini ruangan utama dan dapurnya dipisahkan oleh jalan kecil di luar rumah layaknya rumah sakit, dengan ukuran ruangan 6 x 6 m. Tepat di belakang loji terdapat lahan bibit kakao dan komoditi ekspor yang biasa kami sebut bedengan.

Sedang di samping loji terlihat jelas sumur tua besar yang dipercaya pernah digunakan sebagai tempat pembuangan mayat para buruh perkebunan di era kolonial.

Satu hal yang tidak dapat terpisahkan dari loji ini adalah bangunan memanjang yang berada sekitar satu kilometer di sebelah utara loji yang biasa kami sebut nde bour.

Bapak pernah mengatakan bahwa deretan memanjang yang kini difungsikan sebagai rumah tinggal bagi penderes gula merah ini dahulu adalah penjara yang diperuntukkan bagi buruh perkebunan.

Bukan hanya loji ini saja yang menjadi saksi bisu era kolonial. Banyak sekali peninggalan kolonial yang tersebar di hampir seluruh afdeeling, mulai dari Polehan hingga Sumber Manggis.

Tentu, loji ini penuh kenangan bagi kami dan semoga tak goyah termakan usia hingga kelak loji tetap ini kokoh berdiri, mengawasi setiap gerak di Polehan. 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved