Berita Gresik

Tambak Tak Kebagian Air, Warga Manyar Protes PT BKMS

"Kita meminta pimpinan BKMS hadir ke sini, menjelaskan langsung mengenai penerimaan tenaga kerja dan kasus pengurukan sungai," kata Rosid warga Manyar

Tambak Tak Kebagian Air, Warga Manyar Protes PT BKMS
surya/sugiyono
PROTES - warga Gemas membentangkan spanduk usai gagal mediasi di Kantor Camat, Selasa (24/11/2015). 

SURYA.co.id | GRESIK - Warga Kecamatan Manyar yang menamakan Gerakan masyarakat Manyar Bersatu' (Gemas) menggeruduk Polsek Manyar untuk mediasi tuntutan masyarakat.

Pertemuan di Kantor Mapolsek Manyar dihadiri Camat Manyar Haris Irianto, tokoh Masyarakat dan perwakilan manajemen PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS).

Dalam pertemuan tersebut akhirnya tidak menemukan titik temu dan mediasi dipindah ke Kantor Kecamatan Manyar dengan dipimpin Haris Irianto selaku Camat Manyar.

"Kita meminta adanya pimpinan BKMS untuk hadir ke sini, menjelaskan langsung mengenai penerimaan tenaga kerja dan kasus pengurukan sungai," kata Rosidi, salah satu warga Manyar dalam mediasi, Selasa (24/2015).

Warga Gemas selama ini diam dan tidak berbuat karena merasa tidak ada masalah dengan urusan tambak untuk dijadikan kawasan pelabuhan dan kawasan Java Intregrated Industrial Port and Estate (JIIPE), tapi setelah ada pengurukan sungai yang selama untuk mengaliri tambak-tambak para nelayan mulai resah.

"Sekarang banyak tambak yang tidak dapat air saat laut pasang, sebab sungainya sudah diuruk," kata Abdul Rahman Ubait, warga Manyar komplek saat di Kantor Kecamatan.

Dampak dari air laut yang tidak bisa mengalir, katanya, mengakibatkan ikan di tambak menjadi mati.

"Bagaimana bisa mengisi air, sungainya sudah diuruk. Ada lima sungai yang di sekitar proyek pelabuhan Kalimireng sudah diuruk," imbuhnya.

Untuk menyampaikan permasalahan pengurukan sungai itu, Gemas sudah menyampaikan ke Komisi VI DPR RI.

"Masalah ini sudah masuk ke Komisi VI DPR RI sebab, masalah ini ada yang perlu diselesaikan secara segera yaitu saluran air ke tambak-tambak petani garam dan petani tambak," katanya.

Setelah mediasi di Kantor Kecamatan akhirnya disepakati agar Gemas membuat surat ke PT BKMS yang berisi tuntutan.

"Silahkan buat surat ke PT BKMS untuk disampaikan besok," kata Camat Manyar Haris.

Sementara, Ibnoer Palief bagian legal dan perizinan PT BKMS, mengatakan surat tersebut bisa disampaikan ke BKMS pusat.

"Silahkan membuat surat, besok disampaikan ke saya untuk disampaikan ke kantor pusat," kata Palief saat di kantor Camat Manyar. (Sugiyono).

Foto : siswa SMP Muhammadiyah 4 menyanyikan lagu hymne guru bersama Kepala Dindik Kota Surabaya, Selasa (24/11/2015)

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved