Kamis, 9 April 2026

Berita Gresik

LK3 Gelar Pelatihan Konseling Pasangan Baru Nikah

“Kita ajak teman-teman yang bergerak dibidang sosial, seperti pendamping program keluarga harapan (PKH)."

Penulis: Sugiyono | Editor: Parmin
surya/sugiyono
KLINIKS KONSELING - Lilik Hidayati, anggota Komisi D DPRD Gresik memberikan sambutan tentang pentingnya pendamping masyarakat memahami permasalahan keluarga, Selasa (24/11/2015). 

SURYA.CO.ID I GRESIK – Lembaga Kesejahteraan Keluarga (LK3) Kabupaten Gresik menggelar pelatihan klinik konseling bagi keluarga yang mengalami permasalahan. Terutama keluarga muda yang baru menikah.

“Kita ajak teman-teman yang bergerak dibidang sosial, seperti pendamping program keluarga harapan (PKH) dan pendamping sosial masyarakat (PSM) agar ikut memahami permasalahan psikologi keluarga,” kata Ketua LK3 Kabupaten Gresik Shofiyah, Senin (24/11/2015).

Menurut Shofiyah, selama ini pendamping sosial kurang memahami permasalahan keluarga yang didampingi sehingga tidak sampai menyelesaikan permasalahan sampai tuntas. “Dengan pelatihan klinis konseling ini diharapkan para pendamping sosial bisa memahami kekurangan keluarga yang mengalami permasalahan,” imbuhnya.

Pentingnya klinik konseling ini bisa mencegah terjadinya perpecahan rumah tangga dan timbulnya anak telantar. Misalnya, jika pekerja PSM dan PKH mampu mendalami psikologi keluarga yang didampinginya. Saat terjadi permasalahan pertengkaran keluarga.

“Disitu peranan pendamping sangat diperlukan. Bisa menjadi psikolog yang memberikan pencerahan sehingga tidak sampai terjadi perceraian keluarga. Sebab jika terjadi perceraian, maka salah satu korbannya ada pasangan tersebut dan jika punya anak, maka anaknya akan telantar,” katanya.

Sementra, Lilik Hidayati, anggota Komisi D DPRD Gresik mengakaui kegiatan sosial ini sangat penting, sebab permasalahan yang dihadapi masyarakat sangat komplek dan diperlukan pendamping.

“Tenaga-tenaga sosial ini peranannya sangat besar di masyarakat. Mereka harus menguasai tentang lingkungan, menguasai psikologi orang, termasuk memahami kondisi keluarga. Pendamping sosial tidak hanya mendampingi tapi juga harus bisa menjadi pendamping dalam menyelesaikan masalah,” kata Lilik.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved