Berita Sidoarjo
Ini Alasan Dishub Sidoarjo Hanya Operasikan 10 Bus Trans Sidoarjo
Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo belum berani menambah armada Bus Trans Sidoarjo (BTS)
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID | SIDOARJO - Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo belum berani menambah armada Bus Trans Sidoarjo (BTS). Dishub masih menunggu hasil evaluasi menyeluruh terkait operasional BTS yang sejak September lalu beroperasi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo, Joko Santosa, mengatakan Dishub baru mengoperasikan 10 dari 30 armada bantuan dari pemerintah pusat. Dishub belum menambah armada bus karena masih menunggu evaluasi.
"Belum ada rencana penambahan BTS karena menunggu evaluasi semua stake holder," Kata Joko, Senin (23/11/2015).
Joko menuturkan paling lambat pertengahan Desember ini menggelar evaluasi menyeluruh. "Pengoperasian BTS sesuai ketentuan uji coba memang untuk 10 armada BTS selama tiga bulan. Pihaknya akan melihat respon masyarakat. Terutama rasio antara penumpang dan jumlah armada.
Kendati demikian, Joko belum mengetahui data jumlah pasti penumpang BTS karena harus berkoordinasi dahulu dengan pihak Damri.
"Kalau penumpangnya banyak, akan kita operasikan semuanya," sambung Joko yang juga mantan Kepala BPPT (Badan Pelayanan Perijinan Terpadu) Sidoarjo ini.
Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo, Sujalil, memiliki nada serupa. Penambahan armada BTS harus menunggu hasil evaluasi, termasuk, mengenai keberadaan BTS yang harus sudah bisa diterima oleh sopir angkot konvensional.
Sujalil menegaskan harus melihat faktor lain, yaitu biaya operasional. Jangan sampai keberadaan BTS lebih besar pasak dari pada tiang.
"Harus dilakukan evaluasi menyeluruh sebelum ditambah armada lagi. Jangan sampai malah merugi," pungkas Sujalil
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/penumpang-bus-trans-sido_20150923_145855.jpg)