Bisnis Rajungan, Menjadi Energi Kendali Usaha Bagi Awang

“Dalam berbisnis adalah wajar bila motifnya untung. Tapi bagi saya keuntungan itu tidak selalu materi,” tukas Awang,

Bisnis Rajungan, Menjadi Energi Kendali Usaha Bagi Awang
istimewa
Awang saat terpilih sebagai Juara 1 Lomba Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2015, Kategori Perikanan dan Kelautan, yang diselenggarakan Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora.

“Selain di Cirebon, daging Rajungan yang dihasilkan dijual juga ke pabrik-pabrik di daerah Pemalang dan Surabaya, kemudian di ekspor ke luar negeri,” terang Awang.

Dalam menjalankan usaha pengupasan Kepiting Rajungan ini, Awang dibantu sekitar 29 karyawannya, di samping juga melibatkan masyarakat sekitar, termasuk para kaum ibu. Aset yang dimiliki, selain lahan operasional, Awang juga memiliki tiga perahu (dengan nilai aset lebih dari 80 juta rupiah) yang dikelola sembilan nelayan binaannya.

“Omset kami rata-rata mencapai 4-5 juta rupiah per-hari. Prinsipnya kami memberdayakan masyarakat sekitar, terutama kaum ibu. Sehingga mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Membantu suami mereka yang sebagian besar adalah nelayan,” kata Awang.

Menariknya, Awang tidak hanya berpikir bisnis semata. Menurut Awang, anak-anak yang ditinggal ibunya bekerja rentan terbengkalai dan kurang perhatian, termasuk menyangkut pendidikan.

Oleh sebab itu Awang mendirikan sekolah non-formal tingkat di tingkat PAUD dan TK. Semua fasilitas gratis, tanpa dipungut biaya sepeser pun.

“Saya juga sedang merintis lembaga pendidikan dan pelatihan bagi nelayan agar kemampuan mereka berkembang dan taraf ekonominya meningkat. Dari keuntungan selama ini, 10% saya sisihkan untuk mengembangkan sekolah dan lembaga pelatihan ini,” ujar pria kelahiran Cirebon, 13Agustus 1986 ini.

Awang berharap peran aktif pemerintah untuk terus mendorong para wirausaha-wirausaha muda seperti dirinya.

Melalui upaya ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, yang berimbas pada penurunan angka pengangguran dan bertambahnya ketahanan ekonomi secara nasional.

Hadiah uang tunai 50 juta rupiah dari Kemenpora, kata Awang, digunakan membeli perahu.

“Dengan menambah jumlah perahu, maka hasil tangkapan Rajungan bisa lebih besar. Mudah-mudahan hal ini dapat mewujudkan impian saya menjadi eksportir daging Rajungan sendiri. Bukan sekedar menjadi supplier seperti saat ini,” harapnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Yoni
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved