Berita Magetan

Sumiyati Korban Retenir, Sudah Bayar Tapi Ditolak

"Tujuh juta hutang saya itu sudah saya bayar. Kata Pak Sdr diminta pakai untuk modal usaha. Tapi setelah uang digunakan buka usaha cuci motor dan mobi

Sumiyati Korban Retenir, Sudah Bayar Tapi Ditolak
repro oleh Doni Prasetyo
Sumiyati, warga Desa Sumberdodol, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan saat lehernya dirantai ke tiang teras rumahnya oleh Sudarno, warga Desa/Kecamatan Panekan. 

SURYA.co.id |MAGETAN - Sumiyati (47) warga Desa Sumberdodol, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan yang dirantai Sdr rentenir tetangga desanya, dianggap tidak mau bayar hutang, ternyata hutang sudah dibayar, tapi ditolak.

Sdr minta korban memakai dulu untuk modal usaha.

"Tujuh juta hutang saya itu sudah saya bayar. Kata Pak Sdr diminta pakai untuk modal usaha. Tapi setelah uang digunakan buka usaha cuci motor dan mobil, dia mendadak minta semua berikut bunga. Jelas saya, tidak bisa. Uang itu sebenarnya sisa, tapi sisanya untuk bayar sekolah anak saya yang sulung,"kata Sumiyati kepada Surya, Sabtu (21/11).

Dikatakan Sumiyati, dia saat itu diberi waktu sepekan untuk mengembalikan uang Rp 7 juta plus bunga.

Tentu saja Sumiyati, yang suaminya Parni hanya penjual ayam potong kecil di Pasar Panekan, tidak bisa memenuhi dan terjadilah tidak penganiayaan itu.

"Hasil cuci motor berapa, kalau pun ditambah hasil jualan ayam potong bapaknya, juga tidak bakal kemput (bisa) membayar hutang Rp 7 juta plus bunga, yang dihitung tetap 12 persen dari yang saya pinjam Rp 30 juta, bukan bunga 12 persen dari Rp 7 juta,"jelas Ibu dua anak itu, yang salah seorang anaknya trauma kalau melihat ada tamu datang.

"Anak saya yang cewek sampai ketakutan kalau melihat ada tamu datang mengetuk pintu. Karena saat saya dijorokan bu Sht istri Pak Sdr, kemudian dirantai leher saya, dia melihat langsung,"kata Sumiyati, seraya mohon nama kedua anaknya tidak disebut.

Sebenarnya, lanjut Sumiyati, bukan hanya kepada dia Sdr dan Sht istrinya melakukan penganiayaan kepada korbannya, sudah sering kali.

Karena dia mengaku sebagai tentara, sehingga bisa semena-mena melakukan kekerasan kepada korbannya. Selain itu, karena mengaku tentara korbannya jadi takut melapor maupun melawan.

"Setiap menggertak orang yang belum bayar hutang, atau macet cicilannya. Selalu bilang, menyepelekan tentara ya, menantang tentara ya, laporkan ke Polisi tak tunggu. Kata kata gertakan sebagai tentara itu selalu diucapkan, apalagi setiap menganiaya,"kata Sumiyati.

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved