Senin, 1 Juni 2026

Ingin Tahu Cara Menyusui yang Benar? Simak Tips dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia

Hampir 70 persen masalah pemberian ASI ini karena kurangnya dukungan keluarga khususnya suami.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
surya/sulvi sofiana
Konsultan ASI AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) Jatim, Risqa Tri Prasista (33) menjelaskan posisi memberi ASI yang benar dengan media boneka pada Andini Yulina Pramono (30) dalam Breastfeeding Fair 2015 AIMI Jatim di Ciputra World, Sabtu (21/11/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Edukasi kepada ibu dan keluarga diperlukan agar bisa memberikan ASI dengan benar. Maklum saja, meski menyusui merupakan hal alami yang bisa dilakukan perempuan, tetapi teknik memberikan ASI yang benar diperlukan untuk bisa memberikan ASI eksklusif pada anak.

Konsultan ASI AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) Jatim, Risqa Tri Prasista (33) menjelaskan dalam kegiatan sebagaik onsultan AIMI ia sering melakukan kunjungan kerumah ibu-ibu yang mengalami kesulitan dalam pemberian ASI.

Hampir 70 persen masalah pemberian ASI ini karena kurangnya dukungan keluarga khususnya suami.

“Misal aaak nangis terus, karena ayah tidak sabar terus diminta memberi susu formula saja,” ungkap ibu satu anak ini saat ditemui dalam Breastfeeding Fair 2015 AIMI Jatim di Ciputra World, Sabtu (21/11/2015).

Masalah lainnya, ketika ibu bekerja, dan bayi dititipkan ke nenek atau pengasuh. Dan untuk mencari praktisnya biasanya akhirnya diberi dot. Sehingga anak mengalami bingung puting. Dan akhirnya tidak mau minum dari ibunya.

“Kalu bisa jangan diberi dot, pakai sendok atau cup feeder. Karena kalau sudah mengenal dot nggak mau lagi nyusu ibunya karena bingung puting. Jadi kami bantu mengembalikan kebiasaan anak untuk kembali meminum lewat ibunya juga,” ujarnya.

Kebiasaan dalam menyusui anak juga menjadi faktor masalah dalam pemberian ASI. Karena salah posisi memberi ASI, bisa jadianak tidak menerima ASI sebanyak yang ia bisa, sehingga berat badan berkurang juga.

“Biasanya pada tahap ini orang mengira ASInya tidak efektif atau tidak keluar. Akhirnya pakai formula,” ungkapnya.

Padahal menurutnya, sikap anak dalam menyusu juga perlu diperhatikan. Kepala dan lengan harus dipastikan dalam posisi lurus. Karena jika tidak, anak akan sulit menelan ASI, proses hisap ASI juga tidak maksimal.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved