Breaking News:

Berita Unik

Ngeri, Dokter Ini Tak Sengaja Tarik Bayi Hingga Kepalanya Putus

Untuk menutupi kesalahannya, dokter sempat meletakkan kepala bayi kembali ke dalam dan melakukan operasi caesar.

Net
Ilustrasi bayi 

SURYA.CO.ID, AMERIKA - Peristiwa yang dialami pasangan suami istri ini sangatlah menyeramkan. Setelah menunggu berblan-bulan, Arteisha Betts dan suaminya Travis Ammonette harus kehilahan anak mereka secara mengenaskan.

Susan Moore, dokter yang menangani persalinan anak mereka, tanpa sengaja memutus kepala bayi saat proses melahirkan karena menariknya terlalu keras.

Dikutip dari dailyoffbeat.com, awalnya pasangan ini pergi ke Pusat Medis Mercy St John di St Louis, Amerika Serikat untuk melahirkan bayi setelah melihat tanda-tanda persalinan sebelum tanggal yang sudah ditetapkan.

Menurut pasangan, dari hasil pemeriksaan oleh dokter, bayi mereka harus dilahirkan melalui C-section atau sesar karena perutnya lebih besar dari biasanya.

Namun, Dr Moore berubah pikiran dan memutuskan untuk melahirkan bayi dengan persalinan normal untuk bayi berusia 28 minggu tersebut, jauh dari usia jangka penuh 40 minggu.

Saat proses persalinan beralngsung, bayi di dalam perut Betts terjebak di jalan lahir. Hal itu membuat dokter menarik kepalanya secara paksa.

Namun, ternyata keputusan dokter itu mengakibatkan kematian tragis bagi sang bayi yang baru lahir. Pasangan ini bahkan menyaksikan darah yang mengalir dari tubuh bayi dan tumpah ke lantai.

Untuk menutupi kesalahannya, dokter sempat meletakkan kepala bayi kembali ke dalam dan melakukan operasi caesar.

Betts dan Ammonette akhirnya melaporkan dokter tersebut. Mereka menuntut ganti rugi untuk menutupi biaya kehamilan mereka, kematian dan biaya pemakaman anak mereka yang mereka beri nama Kaden Travis Ammonette.

Sebuah video yang mendokumentasikan apa yang terjadi juga sudah disebarkan secara online dan telah disaksikan ratusan ribu penonton. (intisari-online)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved