Citizen Reporter

Menikmati Patirtan Sumber Tetek

saru dan tak senonoh? mungkin... inilah patirtan paling eksotis di Jawa Timur yang tak pernah sepi dari kunjungan warga yang mencari tuah dari sana...

Menikmati Patirtan Sumber Tetek
citizen/rintahani johan pradana
Patirtan Sumber Tetek, Pasuruan, Jawa Timur 

Oleh : Rintahani Johan Pradana
Mahasiswa Universitas Negeri Malang
fb.com/joe pradana

DARI sekitar 87 patirtan di Jawa Timur, mungkin patirtan Belahan atau dikenal dengan Sumber Tetek ini yang paling eksotis. Dalam bahasa Jawa ‘tetek’ berarti payudara dan eksotisme Sumber Tetek terlihat mana kala air keluar dari payudara arca Dewi Laksmi, lambang kemakmuran.

Patirtan ini ada di Dusun Belahan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Di lereng Penanggungan, dengan ketinggian kurang lebih sekitar 700 mdpl. Sumber Tetek menawarkan panorama alam yang memanjakan mata. Sejauh mata memandang, tampak pepohonan hijau dan sungai bening menyegarkan.

Arca Dewi Sri dan Dewi Laksmi, lambang kesuburan dan kemakmuran, ada di patirtan peninggalan Raja Airlangga ini. Dari payudara arca Dewi Laksmi, keluar air yang memenuhi kolam kecil Sumber Tetek.

Arca Dewa Wisnu yang dipercaya sebagai perwujudan Raja Airlangga, awalnya ada juga di sana, namun sudah dipindahkan ke museum.

Air di sumber ini berasal dari sumber mata air alam, dan banyak masyarakat yang memanfaatkannya. Salah satunya Mbah Purbo, dalang ruwat asal Mojokerto. “Patirtan ini tinggalan dari kerajaan Hindhu dan hanya umat Hindhu yang menggunakan patirtan sebagai sarana peribadatan,” tutur Mbah Purbo.

Sebagaimana mitos yang berkembang di beberapa patirtan lainnya, warga sekitar juga memercayai, mandi atau membasuh muka di Sumber Tetek, akan membuat awet muda.

Hal inilah yang menjadikan  kawasan eksotis ini ramai dikunjungi. “Di kawasan Penanggungan memang banyak sekali ditemukan peninggalan berupa candi dan arca dari masa kerajaan Hindhu,” imbuh Mbah Purbo.

Gunung sebagai tempat tertinggi membawa makna, tempat Dewa dan Dewi bersemayam. Tempat peribadatan masa kerajaan Hindhu Nusantara banyak ditemukan di kawasan pegunungan dan atau menghadap ke arah gunung.

Di balik eksotisme patirtan ini, ada yang perlu diperhatikan, yaitu tetap menghormatinya sebagai kawasan peribadatan. Mengingat banyak warga yang menganggap candi maupun patirtan sebagai kompleks wisata sejarah, tanpa peduli fungsi yang sebenarnya.

 


 

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved