Citizen Reporter
Menyelamatkan Arsip Pondok Pesantren
tak dimungkiri, pondok pesantren menjadi ciri khas asli Indonesia yang keberadaannya pun kudu dijaga dalam wujud arsip riil yang rapi...
Oleh : Kridho Wirasto
Staf Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Ngawi
PONDOK Pesantren Arba’i Qohar di Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi mendapat sosialisasi kearsipan, kerjasama Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Ngawi dengan Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur.
Sosialisasi pada Selasa (3/11/2015) itu menghadirkan narasumber Prof DR Amminuddin Kasdi, sejarawan yang guru besar Unesa.
Sebagai pondok pesantren tertua di Ngawi dan masih eksis sampai kini, dipandang perlu untuk memberikan pengetahuan tentang ilmu kearsipan, kata Yoni Wasono SH, Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Ngawi.
Pondok pesantren Arba’i Qohar berdiri tahun 1901 dan diasuh KH Abdul Qohhar, waktu itu dengan nama Pondok Jambangan. Saat pengasuh generasi ketiga di bawah kepemimpinan KH Imam Haromain tahun 1957 berubah menjadi Arba’i Qohar hingga sekarang.
Saat ini diasuh generasi kelima di bawah pengasuh KH Umar Abdul Jabbar, kakak kandung Menristekdikti Prof H Mohamad Nasir, PhD Ak. Membawahi 306 santri (150 laki-laki dan 156 perempuan).
Program sosialisasi kearsipan disambut baik para pengasuh pondok Arba’i Qohar. Prof DR. Amminuddin Kasdi memaparkan, pesantren adalah bagian dari sejarah NKRI. Banyak tokoh dan pahlawan nasional lahir dari kalangan pesantren. Di pulau jawa ada tokoh Walisongo, namun, sumber sejarahnya dalam hal ini arsip pendukungnya sangat minim bahkan lebih banyak sumbernya berasal dari cerita turun temurun.
Ke depan prof Amminuddin berharap tak terjadi lagi pesantren abai terhadap arsipnya.
“Setiap pesantren mempunyai ciri khas, mempunyai budaya dan peradaban. Sejarah itu bisa diakui jika tercatat. Untuk itu, catatan-catatan penting harus diselamatkan. Catatan penting itulah yang dinamakan arsip,” tegasnya.
Sejalan dengan penjelasan Drs Tidor Arif T Jati MM, Kabid Pembinaan dan Pemasyarakatan Kearsipan Badan Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur. Menurutnya penyelamatan arsip pondok pesantren adalah dalam rangka membangun jati diri.
Tak ada satupun aspek kehidupan manusia yang terlepas dari kebutuhan arsip. Dari manusia lahir, sekolah, menikah, bahkan meninggal pun ada akta kematiannya. Pun pondok pesantren dari awal mula berdiri pasti menciptakan arsip. Arsip inilah yang akan menjadi pembeda dan jati diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/arsip_20151116_205259.jpg)