Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Dua Sekolah Gresik Ikuti Ajang APICTA 2015 di Sri Lanka

Siswa ini buat kacamata untuk orang buta

Dua Sekolah Gresik Ikuti Ajang APICTA 2015 di Sri Lanka
Sugiyono
Pjs Bupati Gresik Akmal Boedianto mencoba kaca mata karya SMA Negeri I Gresik untuk membantu tuna netra, Senin (16/11/2015). 

SURYA.co.id I GRESIK - Kabupaten Gresik berhasil meloloskan SMA Negeri 1 Manyar dan SMA Negeri 1 Gresik dalam ajang Asia Pasific Information and Communication Technology Alliance (APICTA) Awards 2015, yang berlangsung di Sri Lanka pada 17-23 November 2015.

Anggota tim tersebut adalah Acmad Lazuardi, Giri Dwi Prasetya dan M Rahardian APW ketiganya siswa SMA Negeri 1 Manyar. Mereka berhasil lolos ke ajang tersebut usai menciptakan karya outbook project, yang berupa aplikasi pada gadget yang digabungkan dengan buku.

Menurut Rahardian, aplikasi ini merupakan pengembangan dari aplikasi augmented reality yaitu scanner obyek pada gambar 2 dimensi. “Dengan program ini maka pembelajaran akan lebih menarik,” kata Rahardian, Senin (16/11/2015) pagi.

Tim kedua yang berangkat ke ajang internasional tersebut adalah Mohammad Ardika Rifqi, Al Dinar Abnan dan Mohammad Arief Alfianto. Ketiganya adalah siswa SMA Negeri I Gresik.

Mohammad Ardian Rifqi bercerita tentang karyanya yang berjudul blind helper. Karya yang berupa kacamata untuk membantu tuna netra ini yang meloloskannya ke ajang di Sri Lanka.

“Kacamatan ini memberikan tanda getar kepada pemakai. Hal ini membantu para tunanetra agar menghindari benda yang menghalanginya di bagian depan dalam radius maksimal 1,2 meter,” imbuhnya.

Sebelum berangkat, 2 tim tersebut menghadap Pjs Bupati Gresik Akmal Boedianto untuk berpamitan. Mereka diantar oleh Kabid Peningkatan Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Siti Jaiyaroh.

Didampingi kepala sekolah serta guru pembimbing masing-masing. Kedua tim mempresentasikan karya ciptaannya tersebut kepada Pjs Bupati di Ruang Rapat Bupati.

Menanggapi karya para siswa tersebut, Pjs Bupati Akmal Boedianto yang didampingi Asisten I Tursilowanto Hariogi menyatakan kekagumannya.

“Keduanya merupakan karya luar biasa. Semoga karya ini bisa membawa keharuman untuk Indonesia khususnya Kabupaten Gresik,” katanya.

Menurut Akmal, dua karya para siswa ini sangat membantu untuk kehidupan masyarakat. “Pertahankan kreativitas anda ini dan terus berinovasi, jangan sampai berhenti. Semoga karya tersebut bisa dikembangkan lebih baik untuk kemajuan. Yang penting anda jangan merasa sombong dan selalu rendah hati, agar terus bisa belajar dan belajar,” pesan Akmal.

Tentang 2 karya siswa yang akan ikut pada lomba international tersebut, Kabid Peningkatan Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Siti Jaiyaroh, mengaku sangat optimis keduanya bisa meraih juara.

“Dua karya siswa ini juga berhasil memboyong 2 juara pada event tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Menkominfo. Untuk ke tingkat international, dua karya ini sudah mengalami banyak penyempurnaan dan inovasi baru,” kata Siti.

Penulis: Sugiyono
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved