Selasa, 28 April 2026

Peristiwa Lumajang

Buron Terduga Pembunuh Salim Kancil Tertangkap di Kalimantan Tengah

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Anton Setiadji menegaskan buronan itu bakal dijerat pasal pengeroyokan dan pembunuhan.

Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Parmin
surya/ahmad zaimul haq
Irjen Pol Anton Setidji 

SURYA.co.id | SURABAYA - Seorang buron yang diduga terlibat pengeroyokan dan pembunuhan Salim Kancil ditangkap tim gabungan Polres Lumajang dan Polda Jatim di Kota Baru, Kalimantan Tengah.

Tersangka yang namanya masih dirahasiakan itu sekarang dijemput anggota Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Anggota yang menangkap terdiri dari dua anggota Polda Jatim dan dua dari Polres Lumajang.

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Anton Setiadji menegaskan buronan itu bakal dijerat pasal pengeroyokan dan pembunuhan. Namun peran tersangka yang namanya masih dirahasiakan belum diketahui secara pasti.

"Tunggu hasil pemeriksaannya nanti," ujarnya, Jumat (13/11/2015).

Mantan Kapolda Sulsel itu mengungkapkan penyidik juga terus mendalami terkait SMS ancaman pembunuhan terhadap tiga jurnalis TV saat meliput tambang ilegal di Lumajang.
"Tersangkanya masih satu orang. Dia ditahan di Polres Lumajang. Tapi kami terus mengembangkannya," paparnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol RP Argo Yuwono, mengatakan lima saksi sudah dimintai keterangan, termasuk tiga jurnalis korban SMS teror, dan dikonfrontasi dengan tersangka Holil. Konfrontir dilakukan untuk menguatkan unsur pidana pada perbuatan tersangka.

"Tersangka bekerja sebagai pengawas tambang ilegal di Lumajang. Bisa jadi tersangka terusik pekerjaannya karena diliput oleh media," ujarnya.

Apakah kepolisian juga meminta keterangan nama yang tertera di SMS dan diduga anggota dewan Lumajang? "Belum ada pemeriksaan anggota dewan," ujar perwira kelahiran Jogjakarta.

Tiga jurnalis TV Lumajang menerima SMS ancaman pembunuhan pada Kamis 5 November 2015 lalu. Tiga jurnalis penerima SMS teror adalah Wawan Sugiharto alias Wawan (TVOne), Abd Rohman (Kompas TV), dan Arief Ulinnuha (JTV).

Diduga, SMS teror menyasar wartawan karena tambang ilegal di Lumajang ramai diberitakan.

Jumat 6 November 2015, tiga jurnalis korban teror lapor ke Polda Jatim. Pada malam yang sama, terduga pelaku, Holil, juga diamankan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved