Johan Pradana : Tawaran dari Penerbit Dianggap Spam, Cerita Inspiratif Cipo

"Saya sering berbalas email dengan Garin. Garin ingin menambah informasi sejarah untuk penggarapan filmnya," ungkap Johan, Selasa (10/11/2015)

Johan Pradana : Tawaran dari Penerbit Dianggap Spam, Cerita Inspiratif Cipo
surya/benni indo
Pemimpin redaksi Harian Surya Febby Mahendra Putra dan Rintahani Johan Pradana menunjukkan buku Rumah Guru Bangsa dan dokumentasi tulisan Johan di rubrik Citizen Reporter, Selasa (10/11/2015). 

Berawal dari rutinitasnya menulis ulasan sejarah di rubrik Cipo Harian Surya, Rintahani Johan Pradana (23) sukses melahirkan sebuah buku berjudul Rumah Guru Bangsa.

Buku itu juga menjadi salah satu sumber referensi lahirnya film Guru Bangsa Tjokroaminoto yang disutradarai Garin Nugroho.

"Saya sering berbalas email dengan Garin. Garin ingin menambah informasi sejarah untuk penggarapan filmnya," ungkap Johan, Selasa (10/11/2015)

Tidak sekadar berbuah buku, tulisan Johan di Cipo Harian Surya berjudul Perempuan di Balik Kibar sang Saka Merah Putih (edisi 31 Agustus 2015) yang mengisahkan tentang Ibu Negara Fatmawati ini sempat dibaca oleh Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri.

Kesempatan dan pengalaman seperti yang dialami Johan saat ini tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Saat Surya bertemu dengannya di sela-sela perayaan ulang tahun Harian Surya yang ke-26, Johan nampak tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan dan kebanggaannya.

“Saya tidak pernah membayangkan terjadi seperti ini,” ungkapnya.

Johan awalnya mengenal Cipo dari teman-teman kostnya. Seluruh teman kostnya merupakan penulis di rubrik Cipo Harian Surya. Johan lalu memutuskan ikut bagian menjadi penulis Cipo.

Menyadari teman-temannya sudah memiliki karakter tulisan di Cipo, Johan memilih berbeda. Ia memilih menjadi warga pewarta yang menyampaikan informasi tentang sejarah. Sementara teman-teman lainnya memiliki kekhasan mengirim berita tentang teknologi, pendidikan, atau kesehatan.

Tulisan pertama yang ia kirim tidak dimuat. Bukannya terpuruk, ia justru tetap semangat menulis. Johan mencoba mengirim kembali.

Baru pada tulisan kedua yang berjudul Pahlawan Besar dari Bilik Kecil dimuat. Sejak saat itu, semangat Johan untuk menulis terus hidup.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved