Jumat, 24 April 2026

Berita Malang

Buku SD Memuat Kata Pelacur, Ini Reaksi Guru dan Pejabat di Malang

#MALANG - "Wah..anak-anak nanti malah penasaran. Mereka malah bisa ingin tahu pelacur itu apa?" tuturnya.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli
surya/hayu yudha prabowo
ILUSTRASI SISWA SEKOLAH DASAR. 

SURYA.co.id | MALANG - Suwarno, Kepala SD Brawijaya Malang mengetahui heboh kata "pelacur" di BKS (Buku Kerja Siswa) tematik 4 "Sehat Itu Penting" untuk kelas 5 semester 1 saat mengikuti seminar di gedung pascasarjana UIN Malang di Kota Batu, Kamis (12/11/2015) pagi.

Saat itu, dia sudah berencana akan melaporkan hal itu ke pengawas sekolah. Saat kembali ke SD-nya, ternyata ia sudah didatangi sejumlah wartawan untuk meminta pendapatnya mengenai itu.

"Saya menunggu instruksi dari Dindik Kota Malang mengenai buku ini. Memang kebetulan, BKS belum kita bagikan karena baru dapat," ungkap Suwarno.

Dijelaskan dia, sebenarnya banyak pekerjaan yang bisa dicontohkan ke siswa yang lebih familiar daripada kata "pelacur".

Seperti penjual kue, buruh cuci dll yang lebih familiar bagi pelajar SD. Ia mengharapkan lain hari agar tidak terjadi lagi, tim editor tidak sekadar melihat redaksional bahasanya, tapi content/isi buku itu juga jadi perhatian.

Untuk itu, ia memutuskan buku-buku itu ditahan dulu. Meski yang bermasalah dicetakan buku itu hanya kata "pelacur" itu saja.

Sedang Sri Fatonah, guru kelas 5 SD Brawijaya Malang, menyatakan, sempat kepikiran untuk menyobek halaman yang ada kata "pelacur" itu. Namun belum dilakukannya.

"Tadinya sempat berencana itu. Bukunya baru datang beberapa hari lalu. Jadi belum kita bagi," ungkap dia. Bagaimana jika tulisan pelacur dicoret?

"Wah..anak-anak nanti malah penasaran. Mereka malah bisa ingin tahu pelacur itu apa?" tuturnya.

Menurutnya, lolosnya tulisan itu bukanlah kesalahan cetak. Sementara itu, Zubaidah, Kadindik Kota Malang menyatakan akan menarik buku itu.

Sedang Suyitno, Kabid TK-SD Dindik Kota Malang meminta sekolah untuk tidak mengedarkan dulu ke siswa. "Akan dirapatkan oleh pengawas untuk mendapatkan solusi bijaknya," ungkap Suyitno terpisah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved