Pilwali Surabaya 2015

Risma Bagi-bagi Rp 90 Juta, Khusus untuk Rumah Tak Layak Huni

Bedah rumah ini merupakan program lanjutan bagi warga kurang mampu. Baik Risma maupun Whisnu sudah blusukan di berbagai kampung.

Risma Bagi-bagi Rp 90 Juta, Khusus untuk Rumah Tak Layak Huni
surya/nuraini faiq
Whisnu blusukan di daerah semampir, Selasa (11/11/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana menyiapkan anggaran khusus untuk bedah rumah. Setiap rumah yang tidak layak huni berhak atas dana masing-masing Rp 90 juta. Dana ini untuk bedah rumah.

Bedah rumah ini merupakan program lanjutan bagi warga kurang mampu. Baik Risma maupun Whisnu sudah blusukan di berbagai kampung. Ada sejumlah kampung yang rumah warganya sudah tak layak huni. Terutama di Surabaya Utara. Seperti kawasan Kecamatan Pabean Cantikan.

Whisnu sendiri kemarin blusukan ke Kampung Tambak Gringsing, Kecamatan Pabean Cantian. Tidak saja melihat sendiri kondisi masyarakat, tapi juga mereka sendiri kondisi rumah. Bedah rumah yang selama ini dijalankan harus diteruskan.

Apalagi pemerintahan Jokowi akan menyediakan 1 juta rumah rakyat.

"Kami menargetkan nanti harus ada seribu rumah yang kita bedah. Masing-masing kami siapkan anggaran Rp 90 juta per rumah untuk dibedah," kata Whisnu, Rabu (11/11/2015).

Saat ini bedah rumah masih berlangsung. Tahun lalu setidaknya 300 unit rumah direhab menjadi layak huni. Masyarakat selama ini kurang mengetahui program bedah rumah sehingga tidak mengajukan. Kemudian tahun ini meningkat sampai 500 rumah lebih.

Alumnus ITS ini menuturkan bahwa untuk mendapatkan fasilitas bedah rumah, warga bisa mengajukan sendiri ke pemerintah kota. Selain itu, pemkot juga sudah memiliki data base menyangkut kondisi perumahan warganya. Begitu sesuai, bedah rumah langsung direalisasikan.

Pemanfaatan Bedah Rumah selama ini hanya berkisar 40 persen dari alokasi. Padahal telah disiapkan anggaran. Namun masyarakat masih belum semuanya tahu. Tahun depan, semua warga harus tahu. Bagi rumahnya yang tak layak huni berhak dibedah.

Bedah rumah itu tak hanya menjadikan tempat tinggal warga layak. Tapi juga untuk meningkatkan sanitasi dan kesehatan masyarakat. Agar Surabaya tak kumuh. Sanitasinya lancar dan tak muncul benih-benik penyakit.

Whisnu yang juga Ketua DPC PDIP Kota Surabaya itu mengungkapkan, tahun depan bukan hanya alokasi anggaran yang dinaikkan. Jumlah warga yang mendapatkan fasilitas bedah rumah juga ditingkatkan. Sebelumnya anggaranya adalah Rp 30 juta per rumah.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved