Breaking News:

House of Sampoerna

House of Sampoerna Gelar Pameran Foto dan Peluncuran Buku Histori Masa Depan

"Tentu akan menjadi menarik karena sebagian besar koleksi yang dipamerkan belum banyak yang dipublikasi ke khalayak luas,” katanya.

Penulis: Yoni | Editor: Yoni
istimewa
Pameran foto 

SURYA.co.id |SURABAYA - Rutin menyelenggarakan pameran fotojurnalistik bertema kemerdekaan yaitu Tahun-Tahun Mukjizat (1995), Independiente (2007), Identitas Untuk Kebangkitan (2008), Merdeka, Merdeka (2009), Dari Pegangsaan Sampai Rijswijk (2011), dan IPPHOS Remastered (2013), House of Sampoerna Surabaya memperingati 70 th Hari Pahlawan, kembali bekerjasama dengan Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA) memamerkan foto-foto dan meluncurkan buku foto dari era Revolusi Kemerdekaan RI bertajuk 70 th RI: Histori Masa Depan.

Menurut Direktur Utama Kantor Berita ANTARA Saiful Hadi, kantor berita yang lahir dari rahim perjuangan bangsa dan mempunyai sejarah panjang dalam setiap denyut pergerakan republik, maka kegiatan kegiatan tersebut bisa merupakan sebentuk sumbangsih terhadap sejarah perjalanan bangsa.

Pameran foto dan penerbitan buku yang berisi koleksi foto-foto langka dan pernik-pernik kehidupan masyarakat khususnya di era awal-awal periode mempertahankan kemerdekaan tahun 1945-1950 yang merupakan sejarah terpenting dari proses pembentukan dan kelahiran Republik Indonesia.

"Tentu akan menjadi menarik karena sebagian besar koleksi yang dipamerkan belum banyak yang dipublikasi ke khalayak luas,” katanya.

Pameran 70th yang antara lain terselenggara atas kerjasama dengan Museum Militer Bronbeek, Arnhem, Belanda, Yayasan Bung Karno, sejumlah kurator tamu dan perupa dari berbagai disiplin, dibuka di galeri House Of Sampoerna (HOS), Surabaya, mulai Jumat, 6 November 2015 dan akan berlangsung untuk umum hingga 1 Desember 2015 mendatang.

Kurator Oscar Motuloh dan Hermanus Prihatna menyajikan perang kemerdekaan dengan cara mempertemukan kita dengan sudut pandang yang lain: kesaksian para soldadu Wolanda yang saat itu ditugaskan –berdasarkan kehendak sendiri maupun karena keterpaksaan— untuk kembali melanjutkan kekuasaan di Indonesia, maupun segenap profesi di Indonesia yang bertekad mempertahankan kemerdekaan Zamrud Khatulistiwa dari rongrongan penjajah Belanda.

Dalam program tersebut juga disertakan pameran dalam bentuk augmented reality untuk menyentuhkan jerih payah para perintis negeri ini dengan generasi masa kini yang semakin jauh dari sejarah visual yang kontennya belum beroleh pembaruan sejak penerbitan buku Lukisan Revolusi yang diterbitkan pemerintahan Soekarno-Hatta pada tahun 1950.

Augmented reality (realitas tertambah) itu berisi 13 foto detik-detik Proklamasi yang untuk pertama kali ditampilkan secara utuh pada format dan penerbitan buku yang langka ini.

Untuk pertama kalinya foto-foto karya Soemarto Frans Mendur –sejumlah 13 potong gambar yang berhasil dikumpulkan oleh Yayasan Bung Karno dari berbagai sumber hingga hari ini—terhimpun sejak ia pertama kali memotretnya, 70 tahun silam.

Hanya segelintir. Paling tidak empat foto di antaranya adalah gambar-gambar yang kita sudah sangat akrab. Namun lainnya merupakan imaji yang belum pernah ditampilkan sekaligus dalam suatu penerbitan.

Program augmented pada pameran ini merupakan kolaborasi dengan Manticore Studio, salah satu studio games ternama Indonesia, untuk menghasilkan suatu bentuk pameran yang baru, yang terbuka, kolaboratif dan interaktif --yang selama 23 tahun berdirinya GFJA belum pernah sekalipun disajikan.

Menurut kurator tamu Yudhi Soerjoatmodjo, rangkaian yang diselenggarakan sekaligus yaitu 70th Histori Masa Depan, merupakan upaya untuk melakukan hal yang paling dasar yaitu menyatukan kembali kepingan-kepingan sejarah sebanyak mungkin, “agar kita bisa mulai, setahap demi setahap, membangun jalur ke masa depan”, pungkas Yudhi.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved