Hari Pahlawan

Pejuang Hizbullah dan TNI Terima Tali Asih Lazis NU Jombang

#JOMBANG - Kita patuh terhadap kiai. Kiai meminta kita berjihad membela negara, kita siap dan berangkat hanya menggunakan senjata bambu runcing.

Pejuang Hizbullah dan TNI Terima Tali Asih Lazis NU Jombang
antara
ilustrasi veteran 

SURYA.co.id | JOMBANG - Memperingati Hari Pahlawan, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (LAZIS) Nahdlatul Ulama memberikan talih asih kepada para pejuang perang kemerdekaan di Makodim 0814 Jombang, Selasa (10/11/2015).

Pemberian sebagai bentuk kepedulian LAZIS NU kepada para pejuang kemerdekaan, karena atas jasa merekalah negara bisa seperti sekarang ini.

Ketua LAZIS NU Jombang, H Maulana Syahiduzzaman mengatakan, sebagai generasi penerus, kaum muda harus terus berjuang untuk negara.

Karena fatwa Resolusi Jihad KH Hasyim Asyari yang menjadi penggerak semangat perjuangan melawan penjajah hingga kini belum pernah dicabut.

”Kita harus terus berjuang mempertahankan NKRI, kedaulatan dalam segala bidang keumatan ke-indonesiaan dan semua perjuangan ini ranah hukumnya masih 'fardlu ain',” tuturnya.

Para veteran yang mendapatkan tali asih atau santunan ini, terdiri dari laskar Hizbullah dan TNI yang berjunlah 35 orang. Dari laskar Hizbullah 7 orang, dan selebihnya veteran TNI. Setiap veteran mendapatkan santunan sebesar Rp 250.000.

Sebelum pemberian santunan, dibacakan tahlil dan doa bagi para pejuang kemerdekaan yang telah gugur. Kemudian dilanjutkan testimoni para veteran saat berjuang mengusir penjajah.

"Kita patuh terhadap kiai. Kiai meminta kita berjihad membela negara, kita siap dan berangkat hanya menggunakan senjata bambu runcing,” ujar Wahab (89) salah satu pejuang Hizbullah asal Megaluh Jombang saat testimoni.

Para santri, lanjut Wahab sebelum berangkat terlebih dahulu mendapat 'gemblegan' oleh 7 kiai sepuh. Mereka dilatih perang dan juga mendapatkan ilmu kekebalan. ”Tidak ada rasa takut sama sekali. Kita berperang lebih banyak malam hari, karena senjatanya hanya bambu runcing,” imbuhnya.

Terdapat dua veteran perang perempuan juga mendapatkan santunan. ”Dulu saya pertamakali membantu memasak, kemudian tergabung di PMI ksehatan. Saat perang di Sumobito kita terdesak, pasukan mundur ke hutan, dan hanya makan buah mengkudu,” tutur Tuminah (85) asal Desa Carangrejo Kecamatan samben.

Hadir dalam silaturrahmi dan pemeberian tali asih bagi veteran Hizbullah dan TNI ini Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar, KH Masduqi Abdurrahman Al Hafidz, dan perwakilan Badan Otonom NU serta Ketua veteran Jombang, Malikan.

”Terima kasih atas perhatian Lazis NU kepada para Veteran. Kita tahu masih banyak veteran pejuang yang hidupnya sangat memprihatinkan. Bahkan ada veteran yang sempat hidup di kawasan tanah makam di daerah Sumobito,” ujarnya.

Penulis: Sutono
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved