Minggu, 12 April 2026

Industri Keramik

Pasar Stagnan, Produsen Keramik Kurangi Jumlah Produk

Jika dibanding tahun sebelumnya, pasar keramik tahun ini terbilang stagnan. Penjualan keramik sulit tumbuh karena sejumlah alasan.

Penulis: M Taufik | Editor: Adrianus Adhi
M Taufik
Welly Santoso, Direktur Sales and Distribution PT Platinum Ceramic Industry (PCI) berbincang dengan Adrick Rayman, MGR QMS di sela acara Product and Customer Gathering Surabaya, Selasa (10/11/2015). 

SURYA.co.id I SURABAYA - Produsen keramik mulai selektif dalam meluncurkan produk-produk barunya. Belajar dari pengalaman bahwa tidak semua produk bisa diterima pasar, peluncuran produk baru tahun ini harus melalui proses seleksi yang lebih ketat sehingga jumlahnya tidak terlalu banyak.

PT Platinum Ceramic Industry (PCI) misalnya, tahun ini hanya meluncurkan 140 desain/motif baru. Padahal, tahun 2014 kemarin, produsen keramik yang sudah beroperasi selama 44 tahun tersebut meluncurkan sekitar 164 desain/motif barunya.

”Setelah dilakukan evaluasi, ternyata banyak desain/motif yang kurang diterima pasar. Karena itulah, untuk tahun ini kami lebih selektif dalam mengeluarkan desain dan motif baru,” kata Welly Santoso, Direktur Sales and Distribution PT PCI di sela acara Product and Customer Gathering di Surabaya, Selasa (10/11/2015).

Dengan desain dan motif baru yang diluncurkan akhir tahun ini, diharap bisa merebut pasar keramik yang ada. PCI menilai, pasar keramik di Surabaya dan Indonesia timur masih cukup besar, terutama mendekati akhir tahun hingga tahun 2016 mendatang.

Jika dibanding tahun sebelumnya, pasar keramik tahun ini terbilang stagnan. Penjualan keramik sulit tumbuh karena sejumlah alasan. Mulai dari kondisi pelemahan daya beli akibat perekonomian yang lesu, banyaknya serbuan keramik impor, serta beralihnya sejumlah konsumen keramik ke granit.

Welly tidak menyebut nilai, tapi dia mengakui bahwa beberapa hal diatas mengakibatkan penjualan keramik sulit sepanjang tahun ini. ”Untungnya, ada aturan pemerintah terkait SNI, sehingga kami bisa tetap beroperasi karena produk kami sesuai dengan standart yang ditetapkan pemerintah,” sambungnya.

Banyaknya proyek properti yang tumbuh akhir tahun ini juga disebuat sebagai peluang bisnis keramik untuk tumbuh. Meskipun pasar keramik kelas premium sasaran utamanya adalah landed house. Ya, untuk apartemen dan bangunan-bangunan mewah lain, cenderung sudah beralih ke granit.

Lemahnya daya beli keramik sepanjang tahun ini sempat membuat produsen keramik ternama ini menurunkan harga hingga 10 persen. Penurunan itu dilakukan sejak Januari 2015. Bahkan, perusahaan juga sempat mengurangi jumlah produksinya akibat lesunya daya beli masyarakat.

Tapi tahun depan, diyakini industri keramik bakal kembali bergeliat dan tumbuh hingga sekitar 10 persen. Dengan alasan itulah, PCI di akhir tahun ini meluncurkan produk-produk barunya yang bertema Urban Chic dengan menonjolkan motif berdesain elegan, stylish dan berkelas ala kota metropolitan.

Beberapa varian motif keluaran terbaru Platinum Keramik yang baru ini memiliki perpaduan warna lembut dan natural ala pastel bernuansa alam. Produk-produk itu diluncurkan bersamaan di Surabaya, Denpasar, Semarang dan Jakarta.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved